Pemkot Bandarlampung Salurkan Bantuan 5.800 KK Terdampak Banjir

Pemkot Bandarlampung salurkan bantuan untuk ribuan korban banjir. Relokasi ke rusunawa disiapkan bagi warga di kawasan rawan.

Pemkot Bandarlampung Salurkan Bantuan 5.800 KK Terdampak Banjir
Foto: Nurbaiti/monologis.id

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Kota Bandarlampung mulai menyalurkan bantuan kepada ribuan warga terdampak banjir, sekaligus menyiapkan opsi relokasi bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan.

Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, menyatakan bantuan berupa beras 10 kilogram dan uang tunai Rp500 ribu diberikan kepada setiap kepala keluarga terdampak.

“Semua kelurahan terdampak akan kita bantu. Kita tidak ingin masyarakat kesulitan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sekitar 5.800 kepala keluarga terdampak yang tersebar di 13 kecamatan, dengan wilayah paling parah di antaranya Way Halim, Kedaton, Kedamaian, dan Tanjungkarang Pusat.

Selain penyaluran bantuan darurat, pemerintah kota juga mulai menawarkan solusi jangka panjang berupa relokasi ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa), khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan padat penduduk.

Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko banjir berulang yang kerap terjadi setiap musim hujan.

Meski sebagian infrastruktur terdampak seperti jalan nasional dan sungai berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan Balai Besar Wilayah Sungai, Pemkot tetap turun langsung melakukan penanganan di lapangan.

BPBD menyebut banjir dipicu curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Tidak ada laporan korban luka, namun satu warga dilaporkan meninggal dunia.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyumbatan saluran air.