Dikebut! Pembangunan Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir Ditarget Rampung September
Pemprov Lampung mengebut pembangunan jalan Gedong Aji–Umbul Mesir senilai Rp135 miliar. Target dipercepat dari Desember ke September 2026 di tengah tekanan anggaran.
TULANGBAWANG — Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat pembangunan ruas jalan Gedong Aji–Umbul Mesir di Kabupaten Tulang Bawang yang selama puluhan tahun rusak parah.
Proyek ini ditargetkan rampung lebih cepat dari jadwal kontrak, yakni September 2026.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat memimpin groundbreaking, Senin (6/4/2026), menegaskan percepatan dilakukan atas instruksi gubernur guna memastikan masyarakat segera menikmati akses jalan yang layak.
“Target kontrak memang Desember 2026, tapi kami diminta mempercepat menjadi September. Ini harus dikerjakan maksimal, tepat waktu, dan berkualitas,” ujar Jihan.
Proyek pembangunan jalan sepanjang 13 kilometer tersebut menelan anggaran Rp135 miliar dengan konstruksi rigid beton. Ruas ini merupakan jalur vital yang menopang aktivitas pertanian dan distribusi hasil perkebunan di wilayah Tulang Bawang.
Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, pemerintah provinsi tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan. Jihan menekankan proyek ini memiliki dampak langsung terhadap produktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun, percepatan proyek juga diiringi peringatan keras terkait kualitas pekerjaan. Pemerintah menyoroti sejumlah penyebab utama kerusakan jalan selama ini, mulai dari buruknya sistem drainase, kualitas konstruksi yang tidak sesuai standar, hingga maraknya kendaraan over dimension over load (ODOL).
“Jangan sampai proyek dipercepat tapi kualitas diabaikan. Drainase harus baik, spesifikasi teknis wajib dipenuhi, dan pengawasan diperketat,” tegasnya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengungkapkan total panjang ruas jalan tersebut mencapai 31,5 kilometer, dengan sebagian besar atau 22,7 kilometer dalam kondisi rusak berat.
Pada tahap awal, perbaikan difokuskan pada 13 kilometer ruas paling kritis yang dinilai membahayakan pengguna jalan serta menghambat distribusi hasil pertanian.
“Tahun ini kita tangani yang paling parah dulu. Sisanya akan dilanjutkan pada tahun depan,” jelasnya.
Ia menambahkan, perbaikan jalan ini berperan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, mengingat Tulang Bawang merupakan salah satu lumbung pangan di Lampung.
Dengan kondisi jalan yang lebih baik, biaya distribusi hasil pertanian seperti padi, sawit, dan karet diharapkan turun, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga jalan yang dibangun, terutama dengan mengawasi kendaraan bertonase berlebih agar infrastruktur tidak kembali rusak dalam waktu singkat.
REDAKSI










