Lampung Kejar Investasi, Persaingan Usaha Digenjot

Pemprov Lampung memperkuat iklim usaha dan menargetkan peningkatan indeks persaingan demi menarik investasi dan mendorong ekonomi yang lebih kompetitif.

Lampung Kejar Investasi, Persaingan Usaha Digenjot
Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung tancap gas memperbaiki iklim usaha guna menarik investasi baru, dengan fokus pada penguatan persaingan usaha yang sehat dan kompetitif.

Langkah ini ditegaskan Sekretaris Daerah Lampung Marindo Kurniawan saat menerima kunjungan kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, kenyamanan dan kepastian berusaha menjadi faktor utama dalam menarik investor masuk ke daerah. Karena itu, Pemprov berupaya menghadirkan regulasi yang adil tanpa menghambat pelaku usaha.

“Kita ingin pelaku usaha merasa aman, nyaman, dan punya kepastian dalam berinvestasi,” ujar Marindo.

Salah satu indikator yang digenjot adalah Indeks Persaingan Usaha (IPU), yang menjadi tolok ukur kesehatan iklim bisnis di daerah. Pada 2025, IPU Lampung tercatat 5,04—sedikit di atas rata-rata nasional 5,01.

Meski sudah melampaui rata-rata nasional, pemerintah menilai capaian tersebut belum cukup untuk mendongkrak daya saing secara signifikan. Target peningkatan IPU pada 2026 pun dipasang sebagai bagian dari strategi menarik investasi lebih besar.

Pemprov juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, hingga lembaga pengawas, guna memastikan persaingan usaha berjalan adil dan transparan.

Hasil penilaian IPU sendiri diperoleh melalui survei nasional yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha, akademisi, hingga lembaga keuangan. Data tersebut menjadi dasar evaluasi kebijakan ekonomi daerah.

Dengan langkah ini, Pemprov Lampung berharap mampu menciptakan ekosistem bisnis yang lebih sehat, sekaligus membuka peluang investasi baru yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.