Jalan Rp38 M Dibangun, Lampung Timur Masih Rusak?
Pemprov Lampung kembali menggelontorkan anggaran puluhan miliar untuk perbaikan jalan di Lampung Timur. Meski proyek lanjutan terus dikerjakan, kondisi jalan yang sebelumnya belum sepenuhnya mantap memicu sorotan soal efektivitas penggunaan anggaran dan kualitas pembangunan.
LAMPUNG TIMUR — Pemerintah Provinsi Lampung kembali mengucurkan anggaran besar untuk proyek perbaikan jalan di Kabupaten Lampung Timur pada 2026.
Namun, di balik seremoni peletakan batu pertama, muncul pertanyaan soal efektivitas pembangunan yang dilakukan secara bertahap sejak tahun sebelumnya.
Ruas Jabung–SP Labuhan Maringgai kembali menjadi fokus pembangunan dengan anggaran Rp38,57 miliar untuk sepanjang 6,282 kilometer. Proyek ini merupakan lanjutan dari pengerjaan tahun 2025 yang telah menghabiskan Rp10,8 miliar, namun belum mampu menuntaskan persoalan jalan secara menyeluruh.
Data menunjukkan, tingkat kemantapan jalan di ruas tersebut saat ini baru mencapai 87,37 persen. Targetnya memang naik menjadi 97,82 persen setelah proyek rampung, namun fakta bahwa perbaikan harus dilakukan berulang memunculkan kritik terhadap kualitas konstruksi sebelumnya.
Tak hanya itu, pada 2026 Pemprov Lampung juga mengalokasikan total Rp49,55 miliar untuk empat paket pekerjaan jalan di Lampung Timur. Besarnya anggaran yang terus digelontorkan memperkuat sorotan publik terkait pengawasan proyek dan potensi pemborosan jika hasil pembangunan tidak bertahan lama.
Pemerintah sendiri mengakui adanya tiga faktor utama penyebab kerusakan jalan, yakni buruknya drainase, kendaraan overloading, serta kualitas konstruksi yang belum optimal. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa persoalan jalan bukan semata pada pembangunan baru, tetapi juga lemahnya pengendalian di lapangan.
Para pelaksana proyek diminta memastikan kualitas material melalui uji laboratorium serta menjaga standar pengerjaan. Namun, tanpa pengawasan ketat dan penindakan tegas terhadap kendaraan bermuatan berlebih, pembangunan jalan dikhawatirkan hanya menjadi siklus anggaran tahunan tanpa solusi permanen.
Groundbreaking proyek ini turut dihadiri Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, Kepala Dinas BMBK M Taufiqullah, serta sejumlah anggota DPRD dari dapil Lampung Timur.
Di tengah besarnya investasi infrastruktur, publik kini menanti bukti nyata: apakah jalan benar-benar bertahan lama, atau kembali rusak dan diperbaiki lagi tahun depan.
REDAKSI










