Musrenbang, Mirza Sorot Jalan Rusak Pringsewu

Gubernur Lampung menyoroti kerusakan infrastruktur jalan dan mendorong percepatan pembangunan serta hilirisasi ekonomi saat Musrenbang RKPD Pringsewu 2027.

Musrenbang, Mirza Sorot Jalan Rusak Pringsewu
Foto: Istimewa

PRINGSEWU — Persoalan jalan rusak, pengangguran, hingga stunting menjadi sorotan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Pringsewu 2027 yang dibuka Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kamis (12/3/2026).

Dalam forum perencanaan pembangunan yang digelar di kantor Pemerintah Kabupaten Pringsewu itu, pemerintah daerah mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan serius meski indikator ekonomi daerah menunjukkan tren positif.

Bupati Riyanto Pamungkas mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Pringsewu pada 2025 mencapai 5,44 persen, dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 74,76 serta angka kemiskinan turun menjadi 7,60 persen.

Namun, sejumlah persoalan mendasar masih membayangi pembangunan daerah.

“Masih ada tantangan seperti kondisi jalan rusak, keterbatasan pembiayaan daerah, peningkatan pengangguran, angka stunting, hingga kemiskinan ekstrem,” kata Riyanto.

Karena itu, pemerintah daerah menargetkan arah pembangunan 2027 difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan investasi dan ekonomi lokal, pembangunan infrastruktur, serta perbaikan tata kelola pemerintahan.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa kualitas perencanaan pembangunan daerah akan menentukan keberhasilan target Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, fondasi pembangunan nasional sesungguhnya berada di daerah hingga ke tingkat desa.

“Fondasi pembangunan itu ada di daerah. Jika kabupaten mampu merancang program yang baik, maka itu akan menjadi pondasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Mirzani juga mengingatkan agar penyusunan RKPD tidak sekadar menjadi dokumen administratif, melainkan menghasilkan program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong hilirisasi komoditas lokal agar pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada harga komoditas, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah produk.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung pada 2026 akan memprioritaskan perbaikan jalan provinsi di wilayah Pringsewu untuk memperkuat konektivitas wilayah serta mendukung aktivitas ekonomi daerah.

Perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Kabupaten Pringsewu sebagai penghubung antarwilayah di Lampung.