Kasus Campak Naik, Lampung Siaga KLB
Lonjakan kasus campak dan tingginya angka TBC memicu alarm kesehatan di Lampung. Pemprov siapkan langkah darurat, dari percepatan imunisasi hingga lawan hoaks vaksin.
BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul lonjakan kasus penyakit menular, khususnya campak dan tuberkulosis (TBC).
Dalam rapat evaluasi program pencegahan dan pengendalian penyakit, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyoroti peningkatan kasus Campak yang mencapai 281 kasus hingga April 2026. Angka ini naik dibanding tahun sebelumnya dan menjadi sinyal serius bagi sistem kesehatan daerah.
Pemerintah menilai, salah satu pemicu utama adalah rendahnya cakupan imunisasi yang belum mencapai ambang batas aman 95 persen untuk membentuk kekebalan kelompok. Kondisi ini diperparah maraknya hoaks vaksin, penolakan imunisasi, serta minimnya pemahaman masyarakat.
“Kalau cakupan imunisasi tidak segera ditingkatkan, risiko KLB sangat besar,” tegas Jihan.
Selain campak, kasus Tuberkulosis juga menjadi ancaman laten. Estimasi kasus di Lampung mencapai 30.745, namun tingkat penemuan baru sekitar 11,3 persen. Meski tingkat keberhasilan pengobatan cukup tinggi, pemerintah mengakui masih banyak kasus yang belum terdeteksi.
Sejumlah kendala mengemuka, mulai dari keterbatasan tenaga kesehatan, fasilitas laboratorium, hingga belum optimalnya pelaporan dari fasilitas kesehatan swasta. Faktor geografis dan sosial masyarakat juga menjadi tantangan dalam penanganan penyakit menular.
Menghadapi situasi ini, Pemprov Lampung menyiapkan langkah cepat, termasuk memperluas surveilans penyakit, meningkatkan cakupan imunisasi, serta memperkuat edukasi publik untuk menangkal disinformasi terkait vaksin.
Wagub juga meminta dukungan anggaran diperkuat dan mendorong keterlibatan aktif komunitas dalam mendeteksi kasus serta mempercepat imunisasi di tingkat akar rumput.
“Ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Harus ada sinergi semua pihak agar penanganan lebih efektif,” ujarnya.
Pemprov memastikan akan segera menggelar rapat lanjutan guna memastikan strategi yang disusun dapat langsung diimplementasikan di lapangan, demi menekan laju penyebaran penyakit menular di Lampung.
REDAKSI










