Di India Harga LPG Melambung Dan Warga Antre Panjang di SPBU-SPBU
Monologis.id - Warga India berbondong-bondong menyerbu SPBU untuk memborong BBM seiring kekhawatiran langkanya bahan bakar akibat perang Iran melawan agresi Amerika Serikat dan Israel. Mengutip Deutsche Welle (DW), antrean panjang dilaporkan terjadi di SPBU di Kota - Kota besar seperti, Gujarat, Maharashtra, Tamil Nadu dan Telangana. Seperti dilansit dari laman CNN Indonesia pada kamis (26/03/2026).
Padahal pemerintah setempat terus menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan meyakinkan bawa pasokan tetap mencukupi.
India memang sangat bergantung pada pasokan minyak yang dikirim melalui Selat Hormuz. Kini, pengiriman minyak di jalur vital tersebut terganggu parah akibat konflik Timur Tengah.
Sejumlah perusahaan di India mulai menerapkan kebijakan work from home (WFH), serta mengurangi layanan kantin akibat keterbatasan energi. Penggunaan kendaraan listrik dan energi alternatif juga mulai didorong untuk mengurangi ketergantungan pada BBM.
Selain BBM, harga LPG turut melambung tinggi di pasar gelap di New Delhi. Kenaikan harga gas ini memaksa warga miskin kembali menggunakan kayu dan batu bara untuk memasak.
Sheela Kumari, pekerja rumah tangga berusia 36 tahun di lingkungan berpenghasilan rendah Madanpur Khadar mengatakan terpaksa meninggalkan tabung gas LPG untuk memasak setelah harganya naik lebih dari dua kali lipat.
"Dulu kami membeli tabung gas seharga 1.800-2.000 rupee (Rp324 ribu-Rp360 ribu, kurs Rp180), tetapi sekarang di pasar gelap harganya naik menjadi 5.000 rupee (Rp900 ribu)," katanya kepada AFP melalui kutipan dari laman CNN Indonesia pada kamis (26/03/2026).
Harga tabung gas LPG saat ini hampir sama dengan seluruh gaji bulanan Kumari sebesar 6.000 rupee (Rp1,08 juta).
"Pilihan terbaik bagi kami adalah kembali menggunakan kayu dan batu bara," tuturnya.
India adalah pembeli LPG terbesar kedua di dunia, yang sebagian besar pasokannya bersumber dari Timur Tengah, area yang sedang panas karena perang. Pasokan LPG kini tersendat buntut blokade Selat Hormuz.
Perdana Menteri India Narendra Modi mendesak negara-negara bagian memberantas pasar gelap dan menghindari kepanikan, juga menekankan bahwa pasokan energi India tetap stabil.
DEDI ROHMAN










