Pemprov Lampung Percepat Perbaikan Jalan Menuju Teluk Kiluan

Pemprov Lampung tancap gas memperbaiki jalan Padang Cermin–Teluk Kiluan lewat skema Inpres Jalan Daerah. Proyek Rp48,2 miliar ini ditargetkan rampung Agustus 2026 dan diyakini jadi kunci lonjakan wisata serta ekonomi pesisir.

Pemprov Lampung Percepat Perbaikan Jalan Menuju Teluk Kiluan
Foto: Istimewa

PESAWARAN — Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat perbaikan ruas jalan Padang Cermin–Teluk Kiluan dengan memanfaatkan skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.

Langkah ini menjadi strategi utama membuka isolasi akses menuju kawasan wisata unggulan sekaligus mendongkrak ekonomi masyarakat pesisir.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan proyek tersebut merupakan intervensi langsung pemerintah pusat, bukan bersumber dari APBD.

Menurutnya, dukungan ini menunjukkan keseriusan negara dalam mempercepat konektivitas daerah.

“Ini melalui Inpres Jalan Daerah. Artinya, pemerintah pusat memberi perhatian besar agar akses ini benar-benar layak dan terbuka,” ujarnya saat meninjau lokasi bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Rabu (15/4/2026) kemarin.

Perbaikan jalan ini masuk dalam paket Inpres Jalan Daerah tahap III (MYC 2025–2026) dengan nilai kontrak Rp48,2 miliar. Penanganan difokuskan pada enam segmen di tiga kecamatan—Padang Cermin, Marga Punduh, dan Punduh Pidada—dengan total ruas fungsional 31 kilometer dan penanganan efektif sepanjang 7,2 kilometer.

Pekerjaan mencakup pemeliharaan rutin, peningkatan struktur menggunakan rigid pavement, serta perbaikan titik-titik kerusakan yang selama ini menjadi hambatan utama mobilitas warga.

Pemprov menargetkan tingkat kemantapan jalan meningkat signifikan dari 83,80 persen menjadi 96,85 persen setelah proyek rampung. Infrastruktur ini juga diharapkan mempercepat konektivitas antarwilayah yang selama ini belum optimal, khususnya jalur pesisir Pesawaran–Tanggamus.

Ruas Padang Cermin–Teluk Kiluan dinilai strategis karena menjadi akses utama menuju Teluk Kiluan, destinasi wisata bahari yang dikenal dengan panorama pantai dan habitat lumba-lumba. Selama ini, potensi wisata tersebut dinilai belum tergarap maksimal akibat buruknya kondisi jalan.

“Kalau aksesnya sudah baik, pergerakan orang dan barang meningkat, dampaknya langsung ke ekonomi masyarakat,” kata Gubernur.

Proyek ini ditargetkan selesai pada 17 Agustus 2026 dan diproyeksikan menjadi pengungkit utama pengembangan pariwisata terpadu di wilayah pesisir Lampung.

Warga menyambut positif percepatan pembangunan tersebut. Mereka menilai perbaikan jalan menjadi solusi atas kondisi lama yang rusak parah dan membahayakan aktivitas harian.

“Dulu jalannya seperti kubangan, banyak yang jatuh karena licin dan berlubang,” ujar Nur, seorang guru di Marga Punduh.

Hal serupa disampaikan warga lainnya yang berharap akses yang lebih baik akan menekan biaya distribusi hasil bumi serta meningkatkan kunjungan wisata.

Dengan percepatan ini, pemerintah daerah menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai kunci membuka keterisolasian wilayah, mempercepat arus ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.