Pemprov Lampung Gelontorkan Rp57 Miliar Perbaiki Jalan Kalirejo-Bangunrejo

Setelah bertahun-tahun rusak parah dan memicu kecelakaan, ruas jalan Kalirejo–Bangunrejo akhirnya diperbaiki dengan anggaran Rp57,75 miliar. Pemprov Lampung menargetkan perbaikan 62 ruas jalan sepanjang 2026.

Pemprov Lampung Gelontorkan Rp57 Miliar Perbaiki Jalan Kalirejo-Bangunrejo
Foto: Istimewa

LAMPUNG TENGAH — Pemerintah Provinsi Lampung mulai mempercepat perbaikan infrastruktur jalan dengan menggelontorkan anggaran Rp57,75 miliar untuk pembangunan ruas Kalirejo–Bangunrejo di Kabupaten Lampung Tengah.

Perbaikan jalan sepanjang 5,53 kilometer itu menggunakan metode perkerasan beton (rigid pavement), setelah sebelumnya dikeluhkan warga karena rusak parah selama lebih dari lima tahun.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meninjau langsung proyek tersebut pada Jumat (3/4/2026). Kehadiran gubernur disambut antusias warga yang selama ini terdampak kondisi jalan berlubang dan sulit dilalui.

Sejumlah warga menyebut kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor dan pelajar.

“Sudah lebih dari lima tahun rusak. Kalau hujan jadi kubangan, sering ada yang jatuh,” kata Sri, warga setempat.

Selama ini, warga hanya mengandalkan perbaikan swadaya dengan menimbun batu kerikil, yang dinilai tidak efektif karena mudah rusak kembali saat dilintasi kendaraan berat.

Warga lain, Nur, menyoroti tingginya intensitas kendaraan angkutan berat seperti truk tangki dan logistik yang melintas sebagai faktor utama kerusakan jalan.

Dengan pembangunan berbasis rigid beton, pemerintah daerah berharap daya tahan jalan lebih kuat dan mampu menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, proyek ini menjadi bagian dari program besar Pemprov Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) yang menargetkan penanganan 62 ruas jalan di seluruh wilayah Lampung sepanjang 2026.

Langkah tersebut diproyeksikan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang selama ini terhambat akibat buruknya infrastruktur.