Pemprov Lampung Gelontorkan Rp172 Miliar Perbaiki Jalan Way Kanan

Pemprov Lampung mulai proyek besar perbaikan jalan di Way Kanan dengan anggaran ratusan miliar. Fokus utama: dorong ekonomi warga dan buka konektivitas baru.

Pemprov Lampung Gelontorkan Rp172 Miliar Perbaiki Jalan Way Kanan
Foto: Istimewa

WAY KANAN — Pemerintah Provinsi Lampung mulai menggelontorkan anggaran besar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Way Kanan. Pada 2026, total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp172,2 miliar untuk penanganan jalan sepanjang 20,20 kilometer.

Program ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, di Desa Gunung Sari, Kecamatan Rebang Tangkas, Rabu (8/4/2026).

Percepatan pembangunan ini dilakukan melalui tujuh paket pekerjaan yang tersebar di sejumlah ruas strategis. Pada tahap awal, tiga proyek prioritas langsung dikerjakan dengan nilai anggaran signifikan.

Ruas Kasui–Air Ringkih menjadi proyek dengan porsi anggaran terbesar, yakni Rp53,319 miliar untuk penanganan sepanjang 5,64 kilometer menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton.

Selanjutnya, ruas Tegal Mukti–Tajab dengan panjang penanganan 8,937 kilometer digarap melalui anggaran Rp67,017 miliar menggunakan flexible pavement. Sementara ruas Sp. Sopoyono–Serupa Indah ditangani sepanjang 1 kilometer dengan anggaran Rp7,651 miliar.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi percepatan pembangunan infrastruktur yang selama ini dinilai tertinggal di wilayah Way Kanan. Pemerintah menargetkan peningkatan konektivitas antarwilayah guna memperlancar arus distribusi barang, khususnya hasil pertanian.

Warga setempat menyebut pembangunan jalan ini sebagai kebutuhan mendesak. Selama bertahun-tahun, kondisi jalan yang rusak menghambat aktivitas ekonomi, terutama bagi petani sawit yang bergantung pada akses transportasi.

“Kalau jalannya bagus, distribusi hasil panen lebih cepat dan biaya angkut bisa ditekan. Ini sangat berpengaruh pada pendapatan masyarakat,” ujar warga Gunung Sari, Khoiri Mashudi.

Gubernur Mirza menegaskan proyek ini tidak boleh dikerjakan asal-asalan, mengingat besarnya anggaran dan harapan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan serta sistem drainase agar kualitas jalan dapat bertahan dalam jangka panjang dan tidak kembali rusak dalam waktu singkat.

Dengan dimulainya proyek ini, pemerintah berharap pembangunan jalan tidak hanya menyelesaikan persoalan infrastruktur, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Way Kanan.