Gubernur Lampung Siapkan Pesawaran Jadi Motor Ekonomi Baru
Gubernur Lampung mendorong penguatan SDM, hilirisasi komoditas unggulan, serta percepatan pembangunan infrastruktur untuk menjadikan Pesawaran sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Lampung.
PESAWARAN — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menargetkan Kabupaten Pesawaran menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), hilirisasi komoditas unggulan, serta percepatan pembangunan infrastruktur.
Hal tersebut disampaikan Mirza saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 dalam rangka penyusunan RKPD 2027 Kabupaten Pesawaran di Gedung Serba Guna Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, Pesawaran memiliki peluang besar untuk berkembang karena didukung potensi sumber daya alam yang melimpah serta struktur ekonomi yang kuat pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata.
“Pesawaran memiliki potensi besar. Namun potensi tersebut harus didukung SDM yang kreatif, terampil, sehat, dan produktif agar mampu meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah,” kata Mirza.
Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi fondasi utama pembangunan daerah, melalui penguatan akses dan mutu pendidikan, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta memperkuat struktur ekonomi melalui hilirisasi komoditas unggulan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Di sektor pariwisata, Mirza menilai Pesawaran memiliki daya tarik besar, mulai dari kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman, wisata pantai di kawasan Teluk Lampung, hingga destinasi budaya seperti Museum Transmigrasi Lampung.
Menurutnya, pengembangan wisata bahari seperti Pulau Pahawang, Pulau Kelagian, dan Pulau Legundi harus dilakukan secara terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pelaku usaha lokal.
“Infrastruktur menuju kawasan wisata juga harus diperkuat agar distribusi barang dan mobilitas wisatawan semakin lancar,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan sejumlah proyek infrastruktur pada 2026 di wilayah Pesawaran, antara lain penggantian Jembatan Way Baru senilai Rp3,85 miliar, rekonstruksi ruas jalan provinsi Branti–Gedong Tataan Rp5,04 miliar, rehabilitasi ruas Kedondong–Pardasuka Rp4,2 miliar, serta pelebaran jalan Lempasing–Padang Cermin senilai Rp44 miliar.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemprov Lampung juga menjalankan program penguatan ekonomi desa melalui program Desaku Maju. Program ini dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi desa secara terintegrasi melalui dukungan sektor pertanian, koperasi, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Program tersebut juga akan terhubung dengan program nasional Makan Bergizi Gratis sehingga desa dapat menjadi pemasok bahan baku pangan bagi dapur program tersebut.
Pemprov Lampung juga mengalokasikan berbagai bantuan, di antaranya penyediaan pupuk hayati cair Rp11,6 miliar pada 1.500 lokasi, pengadaan 82 unit mesin pengering (dryer) senilai Rp27,36 miliar, serta pelatihan vokasi bagi 528 warga desa usia produktif sebesar Rp6 miliar.
Selain itu, Pemprov Lampung menyalurkan Bantuan Keuangan Khusus sebesar Rp10 juta kepada 2.446 desa di seluruh Lampung. Khusus Kabupaten Pesawaran, bantuan tersebut dialokasikan untuk 148 desa dengan total nilai Rp1,48 miliar.
Mirza menegaskan, seluruh upaya pembangunan daerah harus sejalan dengan visi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Jika ingin mencapai Indonesia Emas 2045, pertumbuhan ekonomi harus mencapai 8 persen. Artinya Lampung dan kabupaten seperti Pesawaran juga harus mampu tumbuh pada angka tersebut secara konsisten,” katanya.
Ia menambahkan, target tersebut hanya dapat dicapai melalui kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam perencanaan pembangunan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
REDAKSI










