Lampung Kejar Efek Ekonomi PON
Penunjukan Lampung sebagai tuan rumah bersama PON 2032 dimanfaatkan sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi dan percepatan pembangunan infrastruktur olahraga.
BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan dampak ekonomi besar dari statusnya sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII, dengan fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan aktivitas ekonomi daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa penyelenggaraan PON 2032 bukan sekadar ajang olahraga, tetapi bagian dari strategi pembangunan jangka panjang.
“PON ini akan memberikan multiplier effect, tidak hanya prestasi olahraga tetapi juga pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya saat memimpin rapat persiapan di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (9/4/2026).
Lampung bersama Banten telah ditetapkan sebagai tuan rumah bersama, membuka peluang investasi besar di sektor infrastruktur, pariwisata, hingga UMKM.
Sejumlah venue utama seperti PKOR Way Halim dan Stadion Pahoman menjadi fokus pembenahan, sementara pembangunan fasilitas baru, termasuk pengembangan Lampung Sport Center, terus dikebut untuk memenuhi standar nasional.
Dalam waktu dekat, tim verifikasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia akan melakukan visitasi guna menilai kesiapan infrastruktur dan teknis penyelenggaraan.
Pemerintah daerah memastikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) telah disiagakan untuk mendukung penuh proses persiapan, mulai dari pembangunan venue, transportasi, hingga layanan pendukung lainnya.
Langkah ini dinilai krusial karena keberhasilan menjadi tuan rumah PON tidak hanya diukur dari penyelenggaraan yang lancar, tetapi juga dari dampak ekonomi yang mampu dirasakan masyarakat luas.
Pemprov Lampung menargetkan ajang ini menjadi momentum percepatan pembangunan daerah sekaligus pengungkit pertumbuhan ekonomi baru berbasis event nasional.
REDAKSI










