Habiburokhman Gaspol! Mahasiswa Diminta Berani Lawan Kebijakan
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan peran kritis mahasiswa saat pelantikan BEM Unila. Ia mendorong mahasiswa berani mengoreksi kebijakan yang tak pro-rakyat secara intelektual.
BANDARLAMPUNG – Sorotan tajam datang dari Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, yang meminta mahasiswa berani menjadi kekuatan kontrol terhadap kebijakan pemerintah.
Pesan itu disampaikan saat menghadiri Stadium General dan Pelantikan Pengurus BEM U KBM Universitas Lampung (Unila) periode 2026 di Gedung Serbaguna kampus setempat, Senin (6/4/2026).
Dalam forum yang juga dihadiri Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, serta jajaran Forkopimda, Habiburokhman menegaskan mahasiswa tidak boleh kehilangan keberanian dalam menyuarakan kritik.
“Mahasiswa harus berani bersuara. Jangan takut mengkritik kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, tapi tetap dengan cara intelektual,” tegasnya.
Alumni Fakultas Hukum Unila itu menilai, peran mahasiswa sebagai agen perubahan semakin krusial di tengah tantangan menuju era Industri 5.0 dan target Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Gubernur Mirza menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Ia menyebut kehadiran pejabat negara dalam forum kampus merupakan bentuk penghormatan terhadap gerakan mahasiswa.
Menurutnya, kualitas SDM menjadi kunci utama, terlebih Lampung saat ini memiliki bonus demografi dengan sekitar 71 persen penduduk berada pada usia produktif.
“Mahasiswa harus menjadi pondasi kuat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Pelantikan ini sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru BEM U KBM Unila di bawah Presiden Mahasiswa Aditya Putra Bayu dan Wakil Presiden Mahasiswa Reza Ananta.
Dengan pelantikan tersebut, mahasiswa diharapkan memperkuat kapasitas intelektual, jejaring, serta karakter kepemimpinan untuk menjawab tantangan zaman.
REDAKSI










