Surga Wisata Tapi Mematikan di Pesibar

Di balik keindahan pantai Pesisir Barat, ancaman ombak ganas terus mengintai wisatawan. Kurangnya proteksi nyata membuat tragedi berulang setiap musim liburan.

Surga Wisata Tapi Mematikan di Pesibar
Foto: Istimewa

PESISIR BARAT-Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Lampung yang berbatasan langsung dengan Provinsi Bengkulu.

Daerah ini dikenal masyarakat luas sebagai daerah yang memiliki potensi besar pada sektor pariwisata pantainya dan olahraga selancar. Terbukti hampir dalam satu dekade terakhir persis menjadi salah satu tujuan wisata, dimana pengunjungnya datang dari berbagai daerah, baik dari kabupaten lain di Provinsi Lampung, provinsi lain di Sumatera, bahkan tak jarang juga pengunjung yang datang dari pulau Jawa.

Bukti nyata lainnya dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir dalam setiap kesempatan momen liburan hari raya maupun tahun baru, dibeberapa spot pantai di Pesibar selalu saja dipenuhi lautan manusia.

Sebut saja seperti Pantai Mandiri yang ada di Pekon Mandirisejati Kecamatan Krui Selatan, Pantai Labuhanjukung Kecamatan Pesisir Tengah, Pantai Tanjungsetia Kecamatan Pesisir Selatan dan beberapa spot lainnya.

Sosial media seperti Tiktok, Instagram, dan Facebook tak bisa ditampik memang memiliki peranan cukup besar dalam hal mengenalkan potensi-potensi yang terkandung di Bumi Para Sai Batin dan Ulama itu. Selain memang pemerintah daerahnya juga gencar mempromosikan melalui berbagai agenda kegiatan yang telah direncanakan sejak jauh hari.

Bisa dibilang mempromosikan Pesibar sebagai kota tujuan wisata cukup berhasil, setelah banyak kalangan mulai dari Pemkab Pesibar melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkaitnya, pengusaha yang bergerak pada bidang tersebut, dan kalangan Gen Z yang bersama-sama ambil bagian mempromosikannya melalui sosmed sembari mengekspresikan diri di dunia maya.

Sayangnya keberhasilan ihwal mempromosikan sektor pariwisata Pesibar, tidak dibarengi dengan kesiapan dalam hal menangkal potensi-potensi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. 

Ya, hampir dalam setiap kesempatan liburan selalu saja terjadi insiden buruk yang menimpa para pengunjung yang datang dari berbagai daerah, menjadi korban keganasan ombak hingga berakibat hilangnya nyawa manusia.

Bisa dibilang, dengan seringnya terjadi hanyutnya pengunjung dipantai hingga mengakibatkan korban meninggal dunia, menunjukkan bahwa Pemkab Pesibar belum siap untuk menjadikan daerah yang memiliki garis pantai sepanjang 210 KM ini sebagai daerah tujuan wisata.

Kenapa demikian?, sejauh ini upaya yang dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban hanyut, pemerintah daerah melalui petugas-petugasnya yang disiagakan dilokasi wisata memberikan imbauan kepada ribuan pengunjung untuk tidak mandi dilaut. Responnya, banyak para pengunjung yang mengindahkan dan mematuhi larangan tersebut, namun tidak sedikit juga para pengunjung yang sama sekali tidak menggubris dengan tetap mandi di pantai, meski taruhannya nyawanya sendiri. 

Hingga saat ini sudah banyak korban yang jatuh akibat keganasan ombak pantai di Pesibar, dimana umumnya para korban berasal dari luar daerah Pesibar yang memang kurang bahkan tidak memahami tentang bahaya yang mengancam jika mandi di pantai secara sembarangan.

Sampai saat ini belum ada formulasi dari Pemkab Pesibar yang dianggap jitu dalam menangkal jatuhnya korban hanyut di pantai yang berujung pada kematian seseorang.

Kondisi ini menjadi sebuah catatan buruk bagi pariwisata Pesibar, dan jika terus dibiarkan bukan tak mungkin berimbas terhadap menurunnya minat masyarakat luas untuk berwisata ke Pesibar.

Karenanya, Pemkab Pesibar penting untuk sesegera mungkin mengambil langkah cepat, mungkin dengan penyediaan infrastruktur jaring pembatas atau fasilitas lainnya sehingga pengunjung tidak cepat terbawa arus ke tengah laut dan proses penyelamatan bisa dilakukan jauh lebih cepat dan tidak jatuhnya korban meninggal dunia.