Jihan: Nasionalisme Mahasiswa Mulai Tergerus
Wagub Lampung peringatkan ancaman lunturnya nasionalisme di kalangan mahasiswa akibat derasnya arus informasi. IMM diminta jadi benteng ideologi bangsa.
METRO– Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengeluarkan peringatan keras terkait potensi lunturnya nasionalisme di kalangan mahasiswa di tengah derasnya arus informasi digital.
Menurutnya, keterbukaan informasi yang tak terbatas saat ini menjadi pisau bermata dua: membuka wawasan, namun juga berisiko menggerus nilai-nilai kebangsaan jika tidak disaring secara kritis.
“Arus informasi yang sangat bebas bisa memengaruhi cara pandang generasi muda. Jika tidak bijak, ini berpotensi mengganggu persatuan,” tegas Jihan saat pelantikan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Metro, Senin (13/4/2026).
Ia menilai, mahasiswa kini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya, termasuk pengaruh isu global, disinformasi, hingga tekanan geopolitik yang berdampak langsung pada Indonesia.
Dalam konteks itu, organisasi kemahasiswaan seperti IMM diminta mengambil peran strategis sebagai benteng ideologi dan penguat nasionalisme di lingkungan kampus.
“IMM harus hadir sebagai pengikat semangat kebangsaan di tengah gempuran informasi,” ujarnya.
Selain isu ideologi, Jihan juga menyinggung tuntutan konkret terhadap mahasiswa untuk tidak hanya kritis, tetapi juga produktif dalam menjawab persoalan nasional, terutama di sektor strategis seperti ketahanan pangan dan kesehatan.
Ia mengajak mahasiswa untuk terlibat langsung dalam mendukung program prioritas nasional, termasuk mendorong inovasi berbasis riset kampus agar dapat diterapkan di masyarakat.
“Kampus punya kekuatan besar. Mahasiswa harus mampu mengubah ilmu menjadi solusi nyata,” katanya.
Jihan juga menekankan bahwa organisasi mahasiswa tidak boleh sekadar menjadi simbol, tetapi harus menjadi motor penggerak perubahan dan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan.
Peringatan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah mulai menaruh perhatian serius terhadap dampak sosial dari era digital, khususnya terhadap arah pemikiran dan ideologi generasi muda.
REDAKSI










