Sengketa Lahan, Seribuan Sekuriti PT SGC Usir dan Aniaya Warga Tulangbawang

Sengketa Lahan, Seribuan Sekuriti PT SGC Usir dan Aniaya Warga Tulangbawang
Foto: Riki Purnama/monologis.id

TULANGBAWANG-Seribuan pasukan keamanan dan pekerja PT Sugar Group Company (SGC) mengusir warga Kampung Bakung Ilir, Kabupaten Tulangbawang, Lampung, yang menduduki lahan sengketa.

Tak hanya itu, sekuriti PT SGC juga melakukan penyerangan terhadap warga yang menempati gubuk mereka di tengah areal perkebunan sehingga mengakibatkan sejumlah luka-luka di pihak warga.

Zaidi (39) warga Bakung Ilir yang memiliki dasar kepemilikan lahan yang telah berpuluh tahun digarap oleh PT SGC mengaku bahwa dirinya mengalami luka dibagian wajah akibat aksi anarkis dari pihak keamanan perusahaan.

"Setidaknya ada empat warga yang mengalami penganiayaan sekuriti pabrik sehingga mengalami luka serius sedangkan saya robek di bagian hidung dan terdengar oleh kami teriakan mereka (sekuriti) ingin membunuh kami," jelas Zaidi.

Dia menceritakan, lahan yang mereka tempati dan didirikan gubuk adalah hak mereka dengan memiliki bukti kepemilikan yang sah. Namun, sejak 2003 telah diambil paksa oleh perusahaan dan dianggap sengketa.

"Dan baru 29 hari kami berinisiatif membuka lahan kami kembali bahkan sebelum terjadi penganiayaan ini kami telah  dilaporkan pihak perusahaan karena dianggap menyerobot lahan. Namun, setelah ditunjukkan bukti kepemilikan kami tidak diproses justru sebaliknya perusahaan yang merebut tanah kami," imbuh Zaidi.

Buntut dari penganiayaan tersebut warga yang terluka menjalani perawatan di RSUD Menggala dan menjalani Visum.

Pascapermasalahan tersebut Zaidi bersama warga telah melaporkan para pelaku penganiayaan ke Mapolda Lampung dengan nomor SPTL : STTLP/B/455/XI/2023/SPKT/Polda Lampung.

"Kami mengharapkan keadilan mampu ditegakkan bagi kami khususnya pelaku penganiayaan dapat diproses secara hukum dan tanah kami bisa kami tanami kembali, mohon kepada seluruh pihak terkait dapat membantu perjuangan kami," tandas Zaidi.