97 Anak PKH Lampung Lolos Kuliah

Sebanyak 97 anak dari keluarga penerima manfaat PKH di Lampung berhasil diterima di perguruan tinggi pada 2026. Pemprov Lampung mendorong dukungan KIP Kuliah untuk memastikan mereka menyelesaikan pendidikan hingga sarjana.

97 Anak PKH Lampung Lolos Kuliah
Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 97 anak yang berasal dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Provinsi Lampung berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi melalui sejumlah jalur seleksi masuk tahun 2026.

Sebagian dari mereka telah ditetapkan sebagai penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, sementara sebagian lainnya masih mengikuti proses seleksi.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya sinergi antara program nasional dan program daerah dalam upaya menurunkan angka kemiskinan serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Lampung.

Menurutnya, Program Keluarga Harapan memiliki peran strategis dalam mendukung kedua agenda tersebut, sehingga pembinaan anak-anak dari keluarga penerima manfaat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi perlu terus diperkuat.

“PKH memiliki peran strategis pada dua isu tersebut. Oleh karena itu saya sangat mendukung program pembinaan anak KPM PKH lanjut kuliah. Saya berharap perguruan tinggi di Lampung juga mendukung dengan memberikan KIP Kuliah bagi anak-anak PKH yang telah diterima kuliah,” ujar Mirza saat bertemu dengan 15 Ketua Tim PKH se-Lampung pada 17 Juni 2026.

Ketua Tim PKH Provinsi Lampung, Slamet Riyadi, mengatakan dukungan KIP Kuliah bagi anak-anak dari keluarga penerima manfaat PKH sangat penting agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sarjana.

Menurutnya, seluruh keluarga penerima manfaat PKH berasal dari kelompok masyarakat prasejahtera yang berada pada desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Kami berharap perguruan tinggi turut mendukung pemberian KIP Kuliah bagi 97 anak PKH tersebut. Melalui DTSEN, kampus dapat mengidentifikasi mahasiswa yang berasal dari KPM PKH melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dimiliki,” kata Slamet.

Ia menjelaskan, jumlah anak KPM PKH Lampung yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada 2026 kini mencapai 1.066 orang. Angka tersebut diharapkan terus meningkat setiap tahun sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memutus rantai kemiskinan.

“Peningkatan kualitas pendidikan ini diharapkan dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap peningkatan IPM dan kesejahteraan masyarakat Lampung,” ujarnya.

Berdasarkan data PKH, saat ini terdapat 391.826 keluarga penerima manfaat yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Program tersebut didukung oleh 1.545 pendamping sosial PKH yang juga terlibat dalam pelaksanaan Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Para pendamping sosial tersebut berperan aktif dalam menjangkau calon peserta didik Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan dan keluarga prasejahtera.