APPMBGI: MBG Dongkrak Gizi dan Ekonomi Lokal

DPC APPMBGI Lampung Barat menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus menggerakkan ekonomi daerah melalui pemberdayaan pangan lokal.

APPMBGI: MBG Dongkrak Gizi dan Ekonomi Lokal
Ketua DPC APPMBGI Lampung Barat, Firman Yani | Foto: Istimewa

LAMPUNG BARAT – Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (DPC APPMBGI) Kabupaten Lampung Barat menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus terus diperkuat sebagai investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua DPC APPMBGI Lampung Barat, Firman Yani, mengatakan berbagai kritik terhadap pelaksanaan program MBG seharusnya dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan tata kelola, bukan menjadi alasan menghentikan program.

"Masukan dari masyarakat harus menjadi kompas untuk memperkuat tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel," kata Firman, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, MBG bukan sekadar program pembagian makanan di sekolah, tetapi merupakan investasi terhadap kualitas generasi penerus bangsa. Program tersebut dinilai mampu memberikan akses gizi yang setara bagi seluruh anak, sehingga berdampak pada peningkatan konsentrasi, kehadiran, dan motivasi belajar di sekolah.

Firman juga menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh agar kualitas program tetap terjaga. Menurutnya, pelaksanaan MBG harus didukung lima aspek utama, yakni standardisasi dapur yang memenuhi standar kesehatan, penggunaan bahan baku yang aman, pengelola dapur yang memiliki kompetensi di bidang gizi, distribusi makanan yang tepat sasaran, serta penyusunan menu yang memenuhi kebutuhan kalori dan mikronutrien peserta didik.

Selain berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan anak, Firman menilai MBG juga memiliki potensi besar menggerakkan perekonomian lokal.

Ia mendorong agar kebutuhan bahan pangan seperti beras, telur, ikan, daging ayam, sayuran, tahu, dan tempe dipenuhi dari petani, peternak, nelayan, koperasi, dan pelaku UMKM di Lampung Barat.

Dengan pola tersebut, menurut Firman, perputaran ekonomi akan tetap berada di daerah, membuka lapangan kerja baru, sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pengelola dapur MBG, sekolah, serta pelaku usaha lokal dapat menjadikan Program Makan Bergizi Gratis sebagai gerakan berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat.