Suran Panji Sewu dan Jamasan Pusaka Digelar di Pringsewu
Paguyuban Pelestari Tosan Aji Panji Sewu menggelar Suran Panji Sewu dan Jamasan Pusaka Nusantara di Pringsewu. Pemerintah Provinsi Lampung mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjaga dan melestarikan nilai budaya.
PRINGSEWU– Perkumpulan Paguyuban Pelestari Tosan Aji Panji Sewu Provinsi Lampung menggelar Suran Panji Sewu dan Jamasan Pusaka Nusantara di Sekretariat Paguyuban Pelestari Tosan Aji Panji Sewu, Pekon Sukoharjo III, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri para sesepuh, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat daerah. Hadir mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung Ahmad Saipul, Ketua DPRD Pringsewu Suherman, Kepala Kesbangpol Pringsewu Catur Agus Dewanto yang mewakili Bupati Pringsewu, Pabung Kodim 0424/TGM Mayor Agus S, serta perwakilan Polsek Sukoharjo.
Dalam sambutan Gubernur Lampung yang dibacakan Ahmad Saipul, pemerintah daerah mengapresiasi upaya Paguyuban Panji Sewu dalam menjaga tradisi dan warisan budaya di tengah perkembangan zaman.
Menurut Gubernur, sebuah tradisi akan tetap hidup apabila nilai-nilai yang terkandung di dalamnya terus dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Ketika maknanya hilang, yang tersisa hanyalah sebuah seremoni. Tetapi ketika maknanya terus dijaga, maka tradisi akan selalu menemukan tempat di setiap generasi," demikian kutipan sambutan Gubernur.
Gubernur juga menilai tradisi Suran menjadi momentum untuk melakukan refleksi, memperbaiki niat, serta melanjutkan langkah dengan semangat yang lebih baik.
Selain itu, pelestarian pusaka dinilai bukan sekadar menjaga benda bersejarah, tetapi juga merawat nilai perjuangan, kebijaksanaan, dan semangat gotong royong yang diwariskan para pendahulu.
Ia mengingatkan pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui penyelenggaraan acara tahunan, tetapi juga harus dibarengi upaya mengenalkan makna setiap tradisi kepada generasi muda agar tumbuh rasa bangga terhadap budaya bangsa.
Sementara itu, tokoh adat Lampung Ahmad Novriwan mengatakan tradisi jamasan perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Ketua Perkumpulan Paguyuban Pelestari Tosan Aji Panji Sewu Provinsi Lampung Dony Estavian mengatakan Suran Panji Sewu dan Jamasan Pusaka Nusantara merupakan agenda tahunan yang bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya sekaligus mempererat persaudaraan lintas suku dan agama.
Ia menjelaskan, prosesi jamasan merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur melalui perawatan pusaka. Menurutnya, keris juga telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia.
Dony berharap kegiatan tersebut terus menjadi ruang memperkuat silaturahmi, persatuan, dan pelestarian budaya di Provinsi Lampung.
REDAKSI










