Bank Lampung Pacu Digitalisasi Transaksi Daerah

Bank Lampung didorong memperkuat perannya sebagai Bank RKUD dalam mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Melalui penyusunan roadmap ETPD 2026-2028, Pemprov Lampung menargetkan layanan publik yang lebih cepat, transparan, dan efisien.

Bank Lampung Pacu Digitalisasi Transaksi Daerah
Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG – Peran Bank Lampung dalam mendukung transformasi digital daerah kembali mendapat sorotan. Pemerintah Provinsi Lampung mendorong optimalisasi Bank Lampung sebagai Bank Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) guna mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Komitmen tersebut mengemuka dalam High Level Meeting (HLM) penyusunan peta jalan dan rencana aksi ETPD 2026–2028 sekaligus persiapan menghadapi Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2026 yang digelar di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (9/4/2026).

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan selaku Ketua Pelaksana Harian TP2DD Provinsi Lampung dan dihadiri perwakilan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, serta Bank Lampung.

Marindo menegaskan, penyusunan roadmap ETPD menjadi langkah strategis dalam mempercepat digitalisasi transaksi keuangan daerah sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah.

“Penyusunan peta jalan ini harus disusun secara terukur dan implementatif. Kita ingin memastikan seluruh transaksi pemerintah daerah semakin terdigitalisasi sehingga pelayanan publik menjadi lebih cepat, efisien, dan akuntabel,” ujarnya.

Menurut Marindo, keberhasilan digitalisasi daerah membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah kabupaten/kota, BI, OJK, perangkat daerah, dan Bank Lampung sebagai mitra strategis pengelolaan keuangan daerah.

Dalam forum tersebut, Bank Lampung didorong untuk semakin optimal mendukung ekosistem transaksi non-tunai, termasuk memperluas layanan digital yang mampu menjangkau seluruh daerah di Lampung.

Selain itu, Pemprov Lampung juga mengandalkan inovasi digital melalui aplikasi Saibara yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem layanan publik berbasis digital dan mendukung peningkatan efektivitas transaksi keuangan daerah.

Marindo menambahkan, Championship TP2DD 2026 harus menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kinerja digitalisasi daerah. Dengan dukungan Bank Lampung dan seluruh anggota TP2DD, Lampung optimistis mampu menunjukkan capaian terbaik di tingkat nasional.

Melalui penyusunan roadmap ETPD 2026–2028, Pemprov Lampung menargetkan percepatan transformasi digital yang berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), efisiensi tata kelola keuangan, serta kualitas pelayanan publik yang semakin modern.