PKB Lampung Perkuat Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual di Metro
DPW PKB Lampung menggelar Temu Wilayah Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual di Kota Metro untuk memperkuat pencegahan, edukasi, dan perlindungan santri melalui kolaborasi lintas sektor.
METRO – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Lampung kembali menggelar Temu Wilayah Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual sebagai upaya memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pesantren.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aidia Grande, Kota Metro, Selasa (7/7/2026), diikuti peserta dari enam daerah di Zona II, yakni Kabupaten Lampung Tengah, Kota Metro, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Tulangbawang, Kabupaten Tulang Bawangbarat, dan Kabupaten Mesuji.
Ketua DPW PKB Lampung, Chusnunia Chalim, mengatakan kolaborasi antara pesantren dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan seksual.
"Kolaborasi seluruh elemen pesantren dan para pemangku kepentingan sangat penting untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan seksual," ujar Chusnunia saat membuka kegiatan.
Ketua Panitia, Radityo, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen DPW PKB Lampung dalam memperkuat kapasitas pesantren melalui edukasi, koordinasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, forum ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman pengelola pesantren mengenai upaya pencegahan serta mekanisme penanganan kasus kekerasan seksual yang berpihak kepada korban.
Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur penegak hukum, akademisi, dan tokoh pesantren, di antaranya Kasat Reskrim Polres Metro IPTU Rizky D. Cahyo, Wakil Dekan I Fakultas Psikologi UIN Raden Intan Lampung sekaligus Tenaga Ahli Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Dr. Rika Damayanti, serta pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah Way Halim, Gus Muhammad Lathoiful Ihsan.
Peserta terdiri atas kiai, pengasuh pondok pesantren, ustaz, ustazah, pengurus lembaga kepesantrenan, hingga santri dari berbagai daerah di Provinsi Lampung. Sejumlah organisasi kepesantrenan seperti RMI PWNU Lampung, RMI PCNU Kota Metro, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Metro, dan organisasi lainnya turut berpartisipasi.
Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pencegahan kekerasan seksual, sistem perlindungan santri, mekanisme penanganan korban sesuai peraturan perundang-undangan, serta pentingnya koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait.
Selain menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat komitmen antarpondok pesantren dalam membangun lingkungan pendidikan yang ramah anak, aman, inklusif, dan berkeadilan.
DPW PKB Provinsi Lampung berharap gerakan tersebut dapat terus berlanjut sehingga pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pesantren dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
REDAKSI










