BUMDes Tulung Bamban Akui Proyek Jagung Rp145 Juta Gagal Total
BUMDes Parda Haga Pekon Tulung Bamban, Pesisir Barat, mengakui proyek penanaman jagung senilai Rp145 juta gagal total akibat serangan hama babi, kera, dan monyet.
PESISIR BARAT – Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Parda Haga Pekon Tulung Bamban, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Andi Gunawan, mengakui usaha penanaman jagung yang dibiayai melalui anggaran Tahun 2025 sebesar Rp145 juta mengalami gagal panen.
Saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026), Andi mengatakan kegagalan usaha penanaman jagung tersebut disebabkan serangan hama babi, kera, dan monyet yang terjadi secara terus-menerus.
"Kami sudah berusaha dan berjuang semaksimal mungkin. Tetapi kami tetap tidak mampu mengatasi hama babi, kera, dan monyet sehingga usaha penanaman jagung tersebut gagal total," ujarnya.
Andi menjelaskan, program budidaya jagung pakan tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp145 juta dengan luas lahan mencapai delapan hektare yang berada di Talang Maju, Pemangku Banjar Jaya Kupang.
Menurutnya, selama pelaksanaan program, pihak BUMDes hanya melaporkan kendala serangan hama kepada pemerintah pekon dan tidak menyampaikan laporan kepada dinas terkait.
"Selama ini kami hanya melaporkan adanya serangan hama kepada aparat pekon. Untuk ke dinas terkait memang tidak pernah. Serangan hama terjadi siang dan malam," katanya.
Ia menambahkan, berbagai upaya dan saran yang diberikan untuk mengatasi serangan hama telah dilakukan. Laporan pelaksanaan kegiatan juga telah disampaikan kepada pemerintah pekon.
"Saran-saran yang diberikan juga sudah kami laksanakan, dan berkas laporan sudah kami sampaikan kepada pemerintah pekon," pungkasnya.
NOVAN ERSON










