Lampung Matangkan Operasional Sekolah Rakyat

Pemprov Lampung mempersiapkan operasional dua Sekolah Rakyat Permanen di Lampung Selatan dan Lampung Timur yang mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Lampung Matangkan Operasional Sekolah Rakyat
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, meninjau warga terdampak banjir di Bandarlampung | Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin rapat persiapan operasional Sekolah Rakyat Permanen di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan, dan kawasan Islamic Center Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, menjelang dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

Rapat yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Senin (29/6/2026), dihadiri Dinas Sosial Provinsi Lampung serta Dinas Sosial Kabupaten Lampung Timur.

Jihan mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen mendukung penuh penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

"Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas. Kami ingin memastikan seluruh peserta didik dapat belajar dengan baik, tumbuh dalam lingkungan yang aman, serta memiliki bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Menurut Jihan, Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan layanan pendidikan, tetapi juga menjadi upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sistem pendidikan berasrama.

"Melalui Sekolah Rakyat, kita berharap lahir generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan memiliki daya saing," katanya.

Sekolah Rakyat Permanen di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan, dijadwalkan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

Sehari sebelumnya, pada 13 Juli 2026, para peserta didik akan memasuki asrama untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan, kegiatan open house, dan doa bersama sebagai rangkaian awal sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Sekolah berkonsep boarding school tersebut akan menampung 413 peserta didik jenjang SD, SMP, dan SMA dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Jumlah itu terdiri atas 270 peserta didik baru, 71 siswa yang dipindahkan dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 Lampung Selatan, serta 72 siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 35 Bandarlampung.

Selain di Lampung Selatan, Pemprov Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga terus mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat Permanen di kawasan Islamic Center Sukadana.

Pemerintah Provinsi Lampung optimistis kedua Sekolah Rakyat Permanen tersebut dapat mulai beroperasi sesuai jadwal dan memperluas akses pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Lampung.