Pemkab Tubaba Siapkan Strategi Air Minum dan Sanitasi
Pemkab Tulangbawang Barat melalui Bidang Cipta Karya menyiapkan sejumlah program strategis di sektor air minum, sanitasi, dan pengelolaan sampah untuk meningkatkan kualitas permukiman.
TULANGBAWANG BARAT – Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat melalui Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memperkuat pembangunan infrastruktur permukiman guna mewujudkan lingkungan yang sehat, layak huni, produktif, dan berkelanjutan.
Program tersebut mengacu pada target nasional 100-0-100, yakni 100 persen akses air minum layak, nol persen kawasan kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Tulangbawang Barat Nurul Azmi mengatakan pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan.
"Program Cipta Karya merupakan upaya nyata pemerintah dalam menghadirkan layanan dasar yang berkualitas bagi masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan pembangunan dapat memberikan manfaat yang optimal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Nurul Azmi, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, Program Cipta Karya meliputi penyediaan air minum, sanitasi, pengelolaan air limbah domestik, pengelolaan persampahan, drainase lingkungan, penataan bangunan gedung, hingga penataan kawasan permukiman.
Menurut Nurul, saat ini pihaknya tengah mengkaji sejumlah program strategis di sektor air minum dan sanitasi. Untuk sektor air minum, pemerintah daerah mengembangkan skema air minum dalam kemasan (AMDK), sedangkan di sektor sanitasi disiapkan penerapan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).
Selain itu, pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) saat ini memasuki tahap finalisasi. Di bidang persampahan, pemerintah juga mengkaji optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) dengan mengolah sampah plastik menjadi paving blok.
Hasil produksi paving blok tersebut direncanakan dimanfaatkan untuk mendukung penanganan kawasan kumuh, antara lain melalui pembangunan jalan lingkungan.
Nurul menambahkan, pelaksanaan Program Cipta Karya juga menjadi bagian dari upaya mendukung target pembangunan nasional, khususnya dalam peningkatan akses air minum, sanitasi layak, pengurangan kawasan kumuh, dan peningkatan kualitas lingkungan permukiman.
Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk berpartisipasi menjaga serta memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.










