Disnakkeswan Tubaba Salurkan 10 Mesin Pakan Ternak

Dinas Peternakan dan Kesehata Hewan Tulangbawang Barat menyalurkan 10 mesin pencacah pakan bantuan CSR PT SMI untuk membantu peternak menjaga ketersediaan pakan saat musim kemarau.

Disnakkeswan Tubaba Salurkan 10 Mesin Pakan Ternak
Foto: Istimewa

TULANGBAWANG BARAT – Dinas Peternakan Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) akan menyalurkan 10 unit mesin pencacah pakan (chopper) kepada kelompok peternak pada 2026 untuk memperkuat ketersediaan pakan ternak saat musim kemarau.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang ditujukan untuk membantu peternak mengolah hijauan menjadi cadangan pakan fermentasi atau silase.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Peternakan Tubaba Yudi Hermawan mengatakan bantuan mesin pencacah pakan dari PT SMI telah disalurkan secara bertahap sejak 2023.

Pada 2023, sebanyak tiga unit mesin disalurkan, kemudian meningkat menjadi sembilan unit pada 2024, sembilan unit kembali pada 2025, dan pada 2026 bertambah menjadi 10 unit.

"Sepuluh unit yang kami ajukan untuk tahun 2026 sudah mendapat persetujuan dari SMI dan dalam waktu dekat akan segera disalurkan kepada kelompok peternak di sembilan kecamatan. Khusus Kecamatan Tulangbawang Udik akan menerima dua unit," kata Yudi Hermawan, Senin (13/7/2026).

Menurut Yudi, mesin pencacah pakan dapat mempercepat proses pengolahan hijauan menjadi silase sehingga peternak memiliki cadangan pakan saat rumput mulai sulit diperoleh pada musim kemarau.

Selain menyalurkan bantuan, Dinas Peternakan juga memberikan pendampingan kepada kelompok penerima agar mesin dimanfaatkan secara optimal dan peternak memahami teknik pembuatan silase yang benar.

"Kami terus memonitor penggunaan alat di lapangan agar benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan. Pendampingan juga dilakukan supaya peternak memahami proses fermentasi pakan yang benar," ujarnya.

Yudi menambahkan, pemerintah daerah berencana memperluas distribusi mesin pencacah pakan pada tahun-tahun mendatang agar semakin banyak kelompok peternak yang dapat memanfaatkan teknologi tersebut.

Ia berharap penggunaan silase sebagai cadangan pakan dapat menjadi kebiasaan baru di kalangan peternak sehingga kebutuhan pakan ternak tetap terjaga sepanjang musim kemarau.

"Kalau peternak sudah memiliki cadangan pakan hasil silase, mereka tidak lagi kesulitan mencari hijauan saat kemarau. Pekerjaan juga menjadi lebih ringan dibandingkan metode pencacahan secara manual," katanya.