Polisi Mediasi Kericuhan Tarkam di Mesuji

Polres Mesuji menggelar mediasi darurat menyusul kericuhan dalam turnamen sepak bola antar-kampung di Desa Adi Luhur. Seluruh pihak sepakat menjaga keamanan dan menandatangani pakta integritas.

Polisi Mediasi Kericuhan Tarkam di Mesuji
Foto: Ahmad Fauzi/monologis.id

MESUJI – Polres Mesuji, Lampung, menggelar mediasi menyusul kericuhan yang terjadi dalam turnamen sepak bola antar-kampung (tarkam) di Lapangan Desa Adi Luhur, Kecamatan Panca Jaya, Sabtu (11/7/2026).

Mediasi dilakukan setelah video insiden tersebut beredar luas di media sosial. Pertemuan berlangsung dengan dihadiri perwakilan kedua tim, kepala desa, panitia penyelenggara, serta pengurus KONI dan Askab PSSI Mesuji.

Hasil mediasi menyepakati penandatanganan pakta integritas sebagai komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama sisa pertandingan berlangsung, sekaligus memperketat pengawasan swakarsa di lokasi turnamen.

Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus melalui perwakilannya mengatakan mediasi difasilitasi agar persoalan dapat diselesaikan secara musyawarah.

"Namun, izin keramaian turnamen akan dievaluasi total jika panitia dan penonton tidak berkomitmen menjaga ketertiban ke depan," ujarnya.

Sementara itu, Askab PSSI Mesuji menegaskan akan memberikan sanksi kepada tim maupun individu yang terbukti menjadi pemicu kericuhan.

Sekretaris Askab PSSI Mesuji, Heri Novianto, mengatakan sanksi berupa larangan bertanding di wilayah Mesuji akan diberlakukan bagi pelanggar.

"Tarkam bukan bebas aturan. Fair play tetap wajib ditegakkan," kata Heri.

Perwakilan panitia penyelenggara dan pemerintah desa juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi serta berkomitmen meningkatkan pengawasan terhadap pemain dan suporter agar mematuhi aturan selama turnamen berlangsung.

Mediasi ditutup dengan salam damai antara kedua tim sebagai simbol rekonsiliasi dan komitmen bersama menjaga kondusivitas kompetisi.