Abu Anak Krakatau Capai 15 Kilometer

Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi menerus pada Sabtu, 5 September 2026. PVMBG mencatat abu vulkanik terdeteksi hingga sekitar 15.200 meter dan status gunung masih Level III Siaga.

Abu Anak Krakatau Capai 15 Kilometer
Foto: Istimewa

LAMPUNG SELATAN — Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, masih mengalami erupsi menerus pada Sabtu (5/9/2026) sore. Berdasarkan laporan aktivitas gunung api PVMBG, erupsi masih terekam selama periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB.

Dalam laporan MAGMA-VAR, visual kolom erupsi tidak teramati karena kondisi gunung tertutup kabut. Namun, aktivitas erupsi menerus tetap terekam.

Petugas juga mencatat satu kali gempa letusan dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 21.600 detik. Selain itu, terdengar suara gemuruh dan dentuman dengan intensitas lemah.

Status aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga Sabtu sore masih berada pada Level III (Siaga).

PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau maupun melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Abu Vulkanik Terdeteksi hingga 15 Kilometer

Berdasarkan pengamatan citra satelit dan model sebaran abu vulkanik pada 5 September 2026, terdeteksi sebaran abu pada lapisan atmosfer atas hingga ketinggian FL500 atau sekitar 50.000 kaki atau 15.200 meter di atas permukaan laut.

Sebaran abu pada ketinggian tersebut bergerak ke arah barat.

Sementara itu, abu vulkanik pada lapisan menengah terdeteksi hingga ketinggian FL200 atau sekitar 20.000 kaki atau 6.100 meter dan bergerak dari arah selatan menuju tenggara.

Prakiraan sebaran menunjukkan abu vulkanik diperkirakan terus bergerak ke arah barat pada lapisan atas dan tenggara pada lapisan menengah.

Pola tersebut diproyeksikan berlangsung hingga Minggu (6/9/2026).

Masyarakat yang berada di wilayah yang terpapar abu vulkanik tipis, khususnya kawasan pesisir Selat Sunda, Banten, dan Lampung yang dilintasi sebaran abu, diimbau menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan.

Warga juga diminta menutup rapat tempat penampungan air bersih dan makanan untuk mencegah kontaminasi abu vulkanik.

Aktivitas penerbangan di sekitar Selat Sunda juga perlu memperhatikan perkembangan sebaran abu vulkanik karena material tersebut terdeteksi hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki.

Sementara itu, zona bahaya Gunung Anak Krakatau tetap berada dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif sesuai rekomendasi PVMBG.