Bupati Tubaba Dorong Pramuka Jadi Garda Pangan
Bupati Tulangbawang Barat Novriwan Jaya mendorong Pramuka terlibat dalam swasembada pangan, pendidikan karakter, hingga pengelolaan sampah di masyarakat.
TULANGBAWANG BARAT — Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Novriwan Jaya mendorong gerakan Pramuka tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mengambil peran nyata dalam menjawab persoalan masyarakat, mulai dari ketahanan pangan hingga pengelolaan lingkungan.
Hal itu disampaikan Novriwan dalam peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Tubaba. Ia mengajak seluruh keluarga besar Pramuka menerjemahkan tema tahun ini, “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, melalui aksi nyata di daerah.
“Kepada seluruh keluarga besar Pramuka se-Tubaba, kita menginginkan bagaimana tema ini bisa diwujudkan di Kabupaten Tubaba,” ujar Novriwan.
Menurutnya, gerakan Pramuka memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari kekuatan pembangunan daerah. Karena itu, pembina, pelatih, dan anggota Pramuka diminta ikut mendukung program pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan.
“Dukung program pemerintah, dukung Kabupaten Tubaba mewujudkan swasembada pangan. Keluarga besar ikut bersama-sama kami,” tegasnya.
Selain ketahanan pangan, Novriwan meminta Pramuka kembali memperkuat pendidikan karakter, terutama dalam menanamkan kedisiplinan kepada anak-anak.
Ia menilai kedisiplinan tidak cukup diajarkan melalui teori, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan yang diterapkan di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.
“Saya minta keluarga besar Pramuka bisa kembali mendorong kedisiplinan, terutama anak-anak,” katanya.
Novriwan juga meminta anggota Pramuka menjadi contoh dalam menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah sampah plastik yang dinilai perlu ditangani mulai dari sumbernya.
Menurutnya, kebiasaan memilah sampah harus dibangun sejak dari rumah dan sekolah. Keberadaan bank sampah juga dapat diperkuat melalui koordinasi dan kolaborasi berbagai pihak.
“Harus menjadi garda terdepan, contoh kebersihan lingkungan, terutama sampah plastik. Ada bank sampah, koordinasi dan kolaborasi,” ujarnya.
Ia mencontohkan inovasi pengelolaan sampah di Kelurahan Mulya Asri yang mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Menurut Novriwan, inovasi tersebut menunjukkan bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat dimanfaatkan apabila dikelola secara tepat.
Karena itu, ia mendorong gerakan memilah sampah diperkuat dari lingkungan rumah hingga sekolah.
“Mulai dari rumah, mulai dari sekolah untuk memilah sampah plastik di lingkungan,” tuturnya.
Novriwan berharap anggota Pramuka dapat menjadi teladan di lingkungan masing-masing dengan menerapkan nilai kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, gotong royong, serta kemandirian.
“Anak Tubaba dan Pramuka dapat menjadi contoh di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Dalam peringatan tersebut, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Tubaba juga memberikan tanda penghargaan Gerakan Pramuka kepada 23 penerima.
Sejumlah penerima penghargaan antara lain Sekretaris Daerah Tubaba Iwan Mursalin yang memperoleh Lencana Pancawarsa III, Githo dan Mansyur yang menerima Lencana Darma Bakti, serta Alma Rostow Guna yang juga menerima Lencana Darma Bakti.
Selain itu, AKP Gutri dan Fetha Rio masing-masing memperoleh Lencana Pancawarsa II.
Usai prosesi penghargaan, Novriwan bersama unsur DPRD, Forkopimda, sekretaris daerah, dan sejumlah pejabat Pemkab Tubaba meninjau area perkemahan serta stan UMKM di lokasi apel.
Peringatan Hari Pramuka tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat kontribusi gerakan Pramuka dalam pembangunan daerah, sekaligus mendorong generasi muda agar aktif dalam menjaga ketahanan pangan, lingkungan, dan kehidupan sosial masyarakat.











