BP Petani Jaya Kawal Panen Raya 220 Hektare di Mesuji

Brigade Pangan Petani Jaya di Mesuji mengerahkan seluruh armada alat pertanian modern untuk mendukung panen raya 220 hektare sawah binaan. Pendampingan petani terus dilakukan di tengah ancaman kemarau panjang dan cuaca yang sulit diprediksi.

BP Petani Jaya Kawal Panen Raya 220 Hektare di Mesuji
Foto: Ahmad Fauzi/monologis.id

MESUJI — Brigade Pangan (BP) Petani Jaya di Desa Sungai Buaya, Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji, Lampung, mengerahkan seluruh armada alat pertanian modern untuk mendukung panen raya seluas 220 hektare sawah binaan.

Armada yang disiapkan meliputi Combine Harvester, Rotavator, Traktor Roda 4, dan Transplanter untuk melayani kebutuhan petani mitra, baik pada musim tanam maupun panen.

Ketua BP Petani Jaya Irfansyah mengatakan seluruh alat pertanian dipastikan dalam kondisi siap digunakan untuk mempercepat proses panen, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

"Kami memastikan semua alat seperti Combine dan Traktor dalam kondisi prima agar para petani tidak terkendala, baik pada masa panen sekarang maupun saat musim tanam nanti," ujar Irfansyah, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, saat ini BP Petani Jaya memprioritaskan pendampingan panen raya di lahan 220 hektare milik petani mitra.

Selain menyediakan alat dan mesin pertanian, BP Petani Jaya juga melakukan pendampingan secara rutin melalui diskusi dengan petani mengenai program, teknik budidaya, pola tanam hingga perawatan lahan.

Pendampingan tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan produktivitas sekaligus membantu petani mencari solusi atas berbagai kendala di lapangan.

Irfansyah mengatakan tantangan sektor pertanian semakin besar akibat kondisi kemarau panjang yang disebut dipengaruhi fenomena El Nino.

Minimnya curah hujan berpotensi membuat musim tanam berikutnya berlangsung lebih lama. Meski demikian, ia optimistis hasil panen saat ini tetap memberikan keuntungan bagi petani.

"Harapan kami, di tengah musim kemarau El Nino yang cukup panjang ini, para petani tetap semangat," katanya.

Ia menyebut harga gabah kering panen saat ini telah mencapai sekitar Rp7.600 per kilogram. Kondisi tersebut dinilai menjadi tambahan motivasi bagi petani untuk mempertahankan produktivitas.

BP Petani Jaya berkomitmen menjaga kesiapan armada alat pertanian sekaligus meningkatkan intensitas pendampingan dan diskusi dengan petani.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan pertanian di Mesuji sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tengah tantangan perubahan kondisi iklim.