Tubaba Catat 826 Estimasi Kasus TBC

Pemerintah Provinsi Lampung meminta Kabupaten Tulangbawang Barat mempercepat penanganan tuberkulosis setelah estimasi kasus TBC mencapai 826 kasus pada 2026. Capaian notifikasi kasus baru masih 15 persen, terendah di Provinsi Lampung.

Tubaba Catat 826 Estimasi Kasus TBC
Foto: Ilustrasi/Istimewa

TULANGBAWANG BARAT– Pemerintah Provinsi Lampung menyoroti penanganan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) setelah estimasi kasus pada 2026 mencapai 826 kasus, sementara capaian notifikasi kasus baru masih sekitar 15 persen, terendah di Provinsi Lampung.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Tulangbawang Barat yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela secara virtual, Kamis (16/7/2026).

Selain rendahnya penemuan kasus, cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) di Tubaba juga baru mencapai 13 persen, sehingga dinilai perlu langkah percepatan yang lebih terarah.

"Pemerintah Indonesia telah menargetkan eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030. Tentunya target tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya Pemerintah Provinsi Lampung, tetapi juga pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, hingga seluruh elemen masyarakat," kata Jihan.

Untuk meningkatkan penemuan kasus, Jihan meminta Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat memperkuat skrining aktif pada kelompok berisiko melalui posyandu, sekolah, tempat kerja, hingga kunjungan rumah.

Ia juga meminta penyusunan micro-planning hingga tingkat puskesmas, pelaksanaan rapat koordinasi mingguan, serta peningkatan pelibatan rumah sakit swasta, klinik, dan praktik mandiri dokter dalam pelaporan kasus TBC.

Selain itu, Jihan mendorong percepatan pembentukan Desa Siaga TBC, optimalisasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi pasien TBC yang memiliki rumah tidak layak huni, serta pemanfaatan alat kesehatan seperti X-ray portabel untuk mempercepat deteksi kasus.

"Saya berharap kita tidak hanya mengevaluasi capaian program, tetapi juga secara jujur mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan untuk menyusun solusi yang lebih efektif. Mari jadikan eliminasi tuberkulosis sebagai agenda pembangunan bersama, bukan semata-mata agenda kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat menyatakan terus memperkuat percepatan eliminasi TBC melalui sejumlah program, di antaranya Tubaba Q Sehat, RANSEL (Gerakan Bersama Jejaring Puskesmas Skrining TBC Sejak Dini), dan SIGAP TBC yang berfokus pada deteksi dini, rujukan, pengobatan, edukasi kontak erat, serta pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis melalui kunjungan rumah.

Melalui penguatan koordinasi tersebut, pemerintah menargetkan penemuan kasus TBC di Tubaba meningkat sehingga target eliminasi tuberkulosis nasional pada 2030 dapat tercapai.