Raih Anugerah Pembangunan Terpuji, Gubernur Lampung Ungkap Kunci Kejar Ketertinggalan
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut pendidikan dan kualitas SDM menjadi kunci Lampung mengejar ketertinggalan. Pemprov mengalokasikan lebih dari Rp100 miliar untuk mendukung pendidikan gratis SMA dan SMK Negeri.
BANDAR LAMPUNG— Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci bagi Lampung untuk mengejar ketertinggalan dan mempercepat kemajuan daerah.
Hal itu disampaikan Mirza saat menerima Anugerah Pembangunan Terpuji Kategori Inovasi Pendidikan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dalam ajang detikSumatera Awards 2026 di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Depok, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026) malam.
"Kami di Provinsi Lampung sangat percaya salah satu syarat peradaban kita akan maju, salah satu syarat negara kita akan maju, masyarakat kita akan maju, apabila pendidikannya jadi lebih baik," kata Mirza.
Menurutnya, pembangunan SDM menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi Lampung. Kualitas manusia dinilai menjadi fondasi penting untuk meningkatkan daya saing masyarakat sekaligus mendorong pembangunan daerah.
"Sumber daya manusia adalah fokus kami dalam mengejar ketertinggalan. Bagaimana ke depan sumber daya manusia Provinsi Lampung akan menjadi lebih terdidik, lebih baik, guna ikut membangun Provinsi Lampung dan Indonesia," ujarnya.
Salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Lampung adalah menghapus uang komite pada SMA, SMK, dan SLB Negeri. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari program pendidikan gratis untuk memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat.
Melalui kebijakan itu, biaya pendidikan diharapkan tidak menjadi hambatan bagi anak-anak Lampung untuk melanjutkan sekolah, khususnya dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Pemprov Lampung kemudian mengalihkan dukungan pembiayaan melalui anggaran daerah agar operasional sekolah tetap berjalan meski pungutan rutin kepada orang tua siswa dihapus.
Dalam APBD 2026, Pemprov Lampung mengalokasikan lebih dari Rp100 miliar untuk mendukung penggratisan biaya pendidikan SMA dan SMK Negeri melalui Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD).
Dukungan anggaran tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan operasional sekolah sekaligus mempertahankan kualitas layanan pendidikan.
Namun, penghapusan uang komite tidak hanya diarahkan pada persoalan pembiayaan. Pemerintah Provinsi Lampung juga menargetkan kebijakan tersebut dapat memperluas akses pendidikan dan menekan angka anak tidak sekolah.
Dengan biaya pendidikan yang lebih terjangkau, pemerintah berharap semakin banyak anak Lampung menyelesaikan pendidikan menengah dan memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.
Mirza menegaskan, peningkatan akses pendidikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas. Sekolah tetap dituntut mengelola anggaran secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Penghargaan detikSumatera Awards 2026 menjadi apresiasi terhadap upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah, termasuk di bidang pendidikan dan pemberdayaan SDM.
Bagi Pemprov Lampung, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk memastikan kebijakan pendidikan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam jangka panjang, peningkatan akses dan kualitas pendidikan diharapkan mampu memperkuat kualitas SDM Lampung, meningkatkan daya saing daerah, serta mempercepat pembangunan ekonomi dan sosial.
REDAKSI











