STPN Resmi Berubah Jadi Politeknik Agraria

STPN resmi bertransformasi menjadi Politeknik Agraria STPN. Perguruan tinggi vokasi ini akan fokus mengembangkan pendidikan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang, dengan tiga program studi baru yang telah terakreditasi BAN-PT.

STPN Resmi Berubah Jadi Politeknik Agraria
Foto: Istimewa

JAKARTA — Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi bertransformasi menjadi Politeknik Agraria STPN sebagai perguruan tinggi vokasi yang secara khusus mengembangkan pendidikan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

Peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Pendopo Sasana Widya Bhumi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026).

Nusron didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, Sekretaris Jenderal Dalu Agung Darmawan, Kepala BPSDM Agustyarsyah, serta Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN Sri Yanti Achmad.

“Politeknik Agraria STPN merupakan satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang secara khusus mengembangkan pendidikan bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang,” ujar Nusron.

Menurut Nusron, perubahan kelembagaan tersebut merupakan hasil proses panjang untuk memperkuat institusi, meningkatkan kualitas pendidikan, menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, serta mengembangkan program studi baru.

Tiga program studi baru yang mulai diselenggarakan pada tahun akademik 2025/2026 telah memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Ketiga program tersebut yakni Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, Sarjana Terapan Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan, serta Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah.

Nusron berharap Politeknik Agraria STPN dapat menjadi pusat pengembangan gagasan, inovasi teknologi, dan solusi terhadap persoalan agraria, pertanahan, serta tata ruang.

“Kementerian ATR/BPN akan terus memberikan dukungan terhadap penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta pembiayaan yang diperlukan,” katanya.

Bertepatan dengan Wisuda 568 Taruna

Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN Sri Yanti Achmad mengatakan transformasi kelembagaan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang seluruh civitas academica.

Menurut Sri Yanti, peresmian politeknik yang dirangkaikan dengan wisuda perdana menjadi momentum penting bagi penguatan pendidikan tinggi vokasi di bidang agraria.

“Peresmian Politeknik Agraria STPN yang dirangkaikan dengan wisuda perdana ini menjadi momentum penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi serta memperkuat peran Politeknik Agraria STPN dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan profesional,” ujarnya.

Sebanyak 568 taruna dan taruni mengikuti wisuda yang dirangkaikan dengan peresmian tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, penghargaan diberikan kepada Kepala Pusat Penilaian Kompetensi BPSDM Heri Mulianto sebagai pencipta Hymne Politeknik Agraria STPN.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Kementerian ATR/BPN, Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi se-Indonesia beserta jajaran.