Pengurus Bundokanduang Minang Lampung 2026–2030 Dikukuhkan
Pengurus Perkumpulan Bundokanduang Minangkabau Provinsi Lampung periode 2026–2030 resmi dikukuhkan. Kepengurusan di bawah Citra Persada akan memperkuat peran perempuan Minangkabau dalam menjaga adat, budaya, dan pembangunan daerah.
BANDAR LAMPUNG — Pengurus Perkumpulan Bundokanduang Minangkabau Provinsi Lampung periode 2026–2030 resmi dikukuhkan di Hotel Emersia Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026).
Pengukuhan dilakukan Pimpinan Pusat Perkumpulan Bundokanduang Minangkabau Prof Puti Reno Raudha Thaib Kepengurusan baru tersebut dipimpin Citra Persada.
Acara pengukuhan dihadiri pengurus Bundokanduang Minangkabau dari sejumlah kabupaten/kota di Lampung, tokoh Minangkabau, ninik mamak, serta perwakilan organisasi perempuan.
Penasehat Perkumpulan Bundokanduang Minangkabau Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza atau Batin Wulan dan Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) Prof Elfahmi selaku Dewan Pakar turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Batin Wulan mengapresiasi keberadaan Bundokanduang sebagai wadah perempuan Minangkabau dalam menjaga nilai adat dan budaya sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Selama ini masyarakat Minangkabau salah satu yang memberikan kontribusi dalam mempererat persatuan dan kesatuan di Provinsi Lampung. Persatuan dan kesatuan adalah salah satu modal besar kita untuk bisa membangun daerah,” ujar Batin Wulan.
Ketua Perkumpulan Bundokanduang Minangkabau Provinsi Lampung Citra Persada mengatakan pengukuhan kepengurusan baru bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen dalam menjaga warisan leluhur agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Menurut Citra, perempuan yang memiliki posisi sebagai Bundo Kanduang dalam adat Minangkabau memiliki peran penting dalam keluarga, masyarakat, serta pelestarian adat dan budaya.
Peran tersebut, kata dia, perlu terus dikembangkan agar perempuan Minangkabau tidak hanya menjadi penjaga nilai budaya, tetapi juga mampu berkontribusi sebagai penggerak kemajuan masyarakat.
Bahas Peran Perempuan Minang Sepanjang Zaman
Setelah prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar bertema “Perempuan Minang Sepanjang Zaman: Menjaga Pusako, Merajut Peradaban.”
Seminar tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas perjalanan dan peran perempuan Minangkabau dari masa ke masa, termasuk upaya menjaga pusako yang mencakup warisan adat, budaya, nilai, dan kearifan lokal.
Bundokanduang juga mendorong perempuan Minangkabau tetap berakar pada adat dan budaya sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Citra mengatakan nilai-nilai tradisi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan perempuan untuk berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”, Perkumpulan Bundokanduang Minangkabau Provinsi Lampung berkomitmen menjaga nilai-nilai luhur Minangkabau sekaligus berkontribusi dalam kehidupan sosial dan pembangunan di Lampung.
“Pengukuhan hari ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi merupakan peneguhan kembali amanah untuk menjaga pusako dan merajut peradaban melalui peran perempuan Minangkabau,” ujar Citra.
REDAKSI











