Panen Gabah Tubaba Lampaui Target Semester I
Produksi gabah Kabupaten Tulangbawang Barat pada Semester I 2026 mencapai 31.258 ton GKG, melampaui target seiring peningkatan luas panen dan optimalnya serapan hasil petani.
TULANGBAWANG BARAT – Produksi gabah di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, melampaui target pada Semester I 2026. Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Tubaba, produksi mencapai 31.258 ton Gabah Kering Giling (GKG).
Kepala Dinas TPHP Tubaba, Sarwo Haddy Sumarsono, mengatakan target luas panen Semester I 2026 ditetapkan seluas 6.937 hektare berdasarkan luas baku sawah. Hingga akhir Juni 2026, realisasi luas panen mencapai 6.993 hektare atau melampaui target sebanyak 56 hektare.
"Produksi gabah yang dihasilkan pada Semester I Tahun 2026 mencapai 31.258 ton GKG. Capaian ini menunjukkan sektor pertanian Tubaba mampu memenuhi bahkan melampaui target yang telah ditetapkan," kata Sarwo, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, dibandingkan periode yang sama pada 2025, luas panen tahun ini meningkat 1.254 hektare atau sekitar 21,93 persen. Peningkatan tersebut mencerminkan hasil berbagai program peningkatan produksi padi yang dijalankan pemerintah daerah bersama petani.
Kecamatan Tumijajar menjadi sentra produksi padi terbesar dengan luas panen mencapai 3.613 hektare. Selanjutnya Kecamatan Tulangbawang Udik seluas 1.293 hektare, Batu Putih 337 hektare, Pagar Dewa 183 hektare, Gunung Terang 161 hektare, Way Kenanga 96 hektare, Gunung Agung 71 hektare, dan Lambu Kibang 23 hektare.
Selain mencatatkan peningkatan produksi, Dinas TPHP memastikan seluruh hasil panen gabah petani terserap melalui Bulog, mitra penggilingan padi, maupun disimpan petani sebagai cadangan pangan rumah tangga.
"Kondisi ini menunjukkan hasil panen petani dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengalami kendala berarti dalam pemasaran," ujarnya.
Sarwo mengatakan peningkatan produksi didukung bertambahnya luas tanam padi, ketersediaan air selama musim tanam, terpenuhinya kebutuhan sarana produksi seperti benih dan pupuk, serta pendampingan intensif oleh petugas pertanian.
Selain itu, pengembangan padi gogo di wilayah utara Tubaba turut berkontribusi terhadap peningkatan luas panen dan produksi.
Untuk mempertahankan capaian tersebut, Dinas TPHP akan terus mempercepat masa tanam guna meningkatkan indeks pertanaman, memfasilitasi bantuan benih unggul, mendorong penerapan teknologi tanam benih langsung, mengembangkan budidaya padi gogo, serta memperkuat monitoring dan pendampingan hingga masa panen.
Menurut Sarwo, strategi tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan produksi, meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani.










