Jihan Soroti TBC Mesuji, Kasus Masih Tinggi

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meminta Kabupaten Mesuji mempercepat penemuan kasus TBC melalui screening masif dan kolaborasi lintas sektor. Meski tingkat keberhasilan pengobatan sudah di atas 90 persen, capaian penemuan kasus masih di bawah target.

Jihan Soroti TBC Mesuji, Kasus Masih Tinggi
Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meminta seluruh pihak memperkuat upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Mesuji melalui penemuan kasus aktif, screening masif, dan kolaborasi lintas sektor.

Hal itu disampaikan Jihan saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Mesuji secara virtual dari ruang kerjanya di Bandarlampung, Rabu (13/5/2026).

Rapat tersebut merupakan bagian dari evaluasi mingguan Pemerintah Provinsi Lampung dalam percepatan eliminasi TBC di seluruh kabupaten/kota, dengan fokus khusus pada capaian dan tantangan penanganan TBC di Kabupaten Mesuji.

Dalam arahannya, Jihan menegaskan bahwa penanganan TBC tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh unsur mulai dari pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, pemerintah desa, hingga organisasi masyarakat.

"Penanganan TBC tidak bisa dilakukan secara parsial. Semua instrumen yang kita miliki harus dioptimalkan, baik rumah sakit, puskesmas, klinik swasta, kader TBC, maupun desa siaga TBC," ujarnya.

Menurut Jihan, eliminasi TBC merupakan bagian dari program prioritas nasional yang menargetkan penurunan kasus hingga 50 persen dalam lima tahun serta eliminasi TBC pada tahun 2030.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Mesuji yang telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis 2026–2030 serta membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis.

Selain itu, keberadaan 81 kader TBC yang tersebar di seluruh kecamatan dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyakit tersebut.

Namun demikian, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji, capaian notifikasi kasus TBC hingga April 2026 baru mencapai sekitar 22 persen dari target 30 persen. Capaian investigasi kontak dan terapi pencegahan TBC juga masih perlu ditingkatkan.

Di sisi lain, tingkat keberhasilan pengobatan atau treatment success rate di Kabupaten Mesuji telah melampaui 90 persen.

Menurut Jihan, tingginya angka keberhasilan pengobatan harus dibarengi dengan peningkatan penemuan kasus secara aktif agar rantai penularan dapat diputus.

"Kalau capaian notifikasi kasus dan penemuan terduga TBC masih rendah, artinya kemungkinan masih banyak sumber penularan yang belum ditemukan. Karena itu screening harus lebih masif dan agresif," tegasnya.

Jihan juga meminta Pemerintah Kabupaten Mesuji tetap memberikan dukungan anggaran bagi program penanggulangan TBC meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah.

Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat penemuan kasus aktif, investigasi kontak, pemberdayaan kader, hingga pengembangan desa siaga TBC.

Selain itu, ia mendorong optimalisasi penggunaan alat Tes Cepat Molekuler (TCM), peningkatan pelaporan kasus oleh klinik dan rumah sakit swasta, serta pelaksanaan screening door to door di wilayah berisiko tinggi.

Pemprov Lampung, lanjut Jihan, saat ini juga tengah mengusulkan bantuan mobile X-ray kepada Kementerian Kesehatan guna mempercepat deteksi kasus TBC di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Mesuji.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kolaborasi dan melakukan monitoring secara berkala agar target eliminasi TBC di Lampung dapat tercapai sesuai target nasional pada tahun 2030.