Hanan Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah HPN

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A Rozak mendukung Lampung sebagai tuan rumah HPN dan Porwanas 2027 serta meminta PWI Lampung mempersiapkan penyelenggaraan secara profesional.

Hanan Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah HPN
Foto: Istimewa

JAKARTA — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A Rozak mendukung Lampung sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.

Dukungan itu disampaikan Hanan saat menerima Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Wirahadikusumah bersama jajaran pengurus di ruang kerjanya, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Hanan mengatakan seluruh pihak perlu memberikan dukungan terhadap pelaksanaan agenda nasional tersebut. Sebagai legislator asal Lampung, dia menilai dukungan itu menjadi bagian dari tanggung jawab moral untuk menyukseskan HPN dan Porwanas 2027.

“Sebagai wakil rakyat asal Lampung, sudah seharusnya saya mendukung penuh HPN-Porwanas. Saya harap semua pihak juga demikian,” ujar mantan Bupati Tulangbawang tersebut.

Selain dukungan, Hanan meminta PWI Lampung mempersiapkan penyelenggaraan HPN dan Porwanas secara matang. Menurutnya, status tuan rumah harus diikuti kemampuan mengelola agenda nasional tersebut secara profesional.

“PWI Lampung harus membuktikan mampu menjadi tuan rumah yang andal. Baik dari sisi penyelenggaraan maupun dalam hal prestasi,” katanya.

Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah mengapresiasi dukungan Hanan dan sejumlah legislator maupun senator asal Lampung terhadap penyelenggaraan HPN dan Porwanas 2027.

“Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang akan mendukung kami sebagai tuan rumah HPN-Porwanas 2027,” ujar Wira.

Wira mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mengambil bagian dalam menyukseskan agenda tersebut.

Menurutnya, HPN 2027 memiliki arti penting bagi Lampung karena sejak PWI berdiri pada 1946, provinsi tersebut baru kali ini dipercaya menjadi tuan rumah.

Hal serupa berlaku untuk Porwanas. Wira menyebut ajang olahraga wartawan nasional tersebut terakhir kali digelar di Lampung pada 1993.

“Artinya, sudah 33 tahun event itu terselenggara di Lampung. Sehingga harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” pungkasnya.