Laba Bank Lampung Tembus Rp133,62 Miliar

Bank Lampung mencatat laba bersih Rp133,62 miliar hingga Juni 2026, tumbuh 22,85 persen secara tahunan, ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih dan efisiensi operasional.

Laba Bank Lampung Tembus Rp133,62 Miliar
Foto: Istimewa

JAKARTA — Bank Lampung membukukan laba bersih Rp133,62 miliar hingga Juni 2026. Angka tersebut tumbuh 22,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp108,77 miliar.

Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih serta efisiensi biaya dana. Berdasarkan laporan keuangan publikasi Bank Lampung per Juni 2026, pendapatan bunga naik 6,60 persen menjadi Rp528,04 miliar.

Pada saat yang sama, beban bunga turun 15,22 persen menjadi Rp161,95 miliar. Kondisi tersebut mendorong pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) meningkat 20,31 persen menjadi Rp366,09 miliar dari Rp304,30 miliar pada Juni 2025.

Kinerja margin bunga juga membaik. Net Interest Margin (NIM) Bank Lampung meningkat dari 6,29 persen menjadi 7,01 persen.

Dari sisi efisiensi, beban operasional lainnya tercatat naik 19,04 persen menjadi Rp193,31 miliar seiring meningkatnya aktivitas usaha. Namun, rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) justru turun dari 76,17 persen menjadi 72,94 persen.

Penurunan BOPO menunjukkan efisiensi operasional Bank Lampung tetap terjaga di tengah pertumbuhan bisnis.

Sementara itu, fungsi intermediasi bank juga mengalami pertumbuhan. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 11,36 persen menjadi Rp8,93 triliun.

Pertumbuhan DPK tersebut turut ditopang dana murah atau current account saving account (CASA) yang berasal dari giro dan tabungan. CASA tumbuh 5,96 persen menjadi Rp4,54 triliun.

Dari sisi penyaluran kredit, Bank Lampung mencatat pertumbuhan 9,89 persen menjadi Rp7,91 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut diikuti perbaikan kualitas aset. Non-performing loan (NPL) gross turun dari 3,04 persen menjadi 2,86 persen, sedangkan NPL net membaik dari 1,65 persen menjadi 1,47 persen.

Di sisi neraca, total aset Bank Lampung meningkat 6,38 persen menjadi Rp11,56 triliun. Modal inti juga tumbuh 19,34 persen menjadi Rp1,60 triliun.

Penguatan permodalan tercermin dari rasio capital adequacy ratio (CAR) yang meningkat dari 27,15 persen menjadi 29,27 persen.

Sejumlah indikator profitabilitas juga menunjukkan perbaikan. Return on assets (ROA) naik dari 2,61 persen menjadi 3,03 persen, sedangkan return on equity (ROE) meningkat dari 16,29 persen menjadi 17,25 persen.

Adapun loan to deposit ratio (LDR) Bank Lampung berada di level 88,55 persen. Sementara itu, cost to income ratio (CIR) tercatat 55,41 persen.

Kinerja tersebut menunjukkan pertumbuhan laba Bank Lampung hingga semester I 2026 berjalan seiring dengan peningkatan intermediasi, efisiensi operasional, serta penguatan kualitas aset dan permodalan.