Rumah Janda di Lampung Utara Ludes Terbakar, Penghuni Selamat

Rumah warga di Dusun Tanjungbulan, Desa Sawojajar, Lampung Utara, ludes terbakar pada Kamis siang. Tidak ada korban jiwa, namun seluruh bangunan dan barang milik keluarga korban hangus.

Rumah Janda di Lampung Utara Ludes Terbakar, Penghuni Selamat
Foto: Riki Purnama/monologis.id

LAMPUNG UTARA — Sebuah rumah warga di Dusun Tanjungbulan, Desa Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, ludes terbakar pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Rumah tersebut dihuni Homsatun (71), seorang janda yang tinggal bersama dua anak dan seorang cucunya yang masih duduk di kelas V sekolah dasar.

Kepala Dusun Tanjungbulan, Ibrahim, mengatakan api diduga berasal dari tungku kayu bakar di bagian dapur yang tidak sepenuhnya dipadamkan setelah digunakan.

"Sisa api diduga merambat ke bagian bangunan yang mudah terbakar," kata Ibrahim.

Bangunan rumah yang sebagian besar terbuat dari papan membuat api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bagian rumah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sebelum api membakar bangunan secara keseluruhan.

Namun, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materiil cukup besar. Rumah beserta pakaian, perabotan, dan barang-barang milik keluarga Homsatun ikut terbakar.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut berupaya membantu memadamkan api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke rumah warga lainnya. Namun, keterbatasan sarana dan sumber air membuat proses pemadaman terkendala.

Ibrahim mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan api di lingkungan rumah. Api dari tungku maupun pembakaran sampah, kata dia, harus dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan.

Pemerintah Desa Sawojajar telah menerima laporan mengenai kejadian tersebut. Perangkat desa juga tengah mendata kebutuhan mendesak keluarga Homsatun untuk menentukan bantuan yang diperlukan pascakebakaran.

Keluarga korban kini kehilangan tempat tinggal dan sejumlah barang kebutuhan sehari-hari akibat musibah tersebut.