Wagub Lampung Tantang Mahasiswa Jadi Versi Terbaik

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengingatkan mahasiswa baru agar bijak menggunakan teknologi dan AI serta membangun pola pikir untuk terus menghasilkan karya dan inovasi.

Wagub Lampung Tantang Mahasiswa Jadi Versi Terbaik
Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meminta mahasiswa tidak berhenti pada prinsip "be yourself", tetapi terus berupaya menjadi versi terbaik dari diri sendiri di tengah perkembangan teknologi digital.

Pesan tersebut disampaikan Jihan saat memberikan kuliah umum dalam rangka penyambutan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus STKIP PGRI Bandar Lampung, Senin (28/9/2026).

Di hadapan ratusan mahasiswa baru, Jihan menyoroti tingginya penggunaan gawai di Indonesia. Dia menyebut durasi penggunaan gawai masyarakat rata-rata mencapai 7 hingga 8 jam per hari.

Menurut dia, penggunaan teknologi tidak menjadi persoalan selama waktu tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai tambah.

"Kita memegang handphone durasinya 7 hingga 8 jam tidak masalah, asalkan ada produk, karya, atau inovasi yang dihasilkan. Jangan sampai waktu tersebut hanya habis untuk hal-hal yang tidak memiliki nilai tambah (value)," ujar Jihan.

Jihan juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bijak untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.

Namun, menurut dia, pemanfaatan teknologi tidak boleh menghilangkan rasa ingin tahu, empati, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

"AI harus kita manfaatkan, tetapi jangan sampai membuat kita kehilangan kemampuan untuk berpikir, bertanya, dan memahami persoalan secara kritis," kata Jihan.

Dalam kuliah umum tersebut, Jihan juga mengaitkan peran mahasiswa dengan arah pembangunan daerah dan target Indonesia Emas 2045.

Dia menekankan pentingnya pembangunan yang dimulai dari tingkat desa melalui program "Desa Ku Maju". Menurut Jihan, pendekatan tersebut diperlukan agar nilai tambah ekonomi, khususnya dari sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian Lampung, dapat dirasakan masyarakat desa.

Jihan mengatakan mahasiswa memiliki banyak pilihan untuk berkontribusi dalam pembangunan dan tidak harus berorientasi menjadi aparatur sipil negara.

"Membangun daerah bukan berarti semua lulusan harus menjadi pegawai pemerintah atau PNS. Mahasiswa punya ruang bergerak yang sangat luas untuk menjadi pengusaha, pencipta konten, hingga inovator pendidikan yang langsung memberikan dampak sosial di masyarakat," ujarnya.

Jihan kemudian memberikan tantangan kepada mahasiswa baru melalui program "100 Hari Pertama Perkuliahan".

Mahasiswa diminta membentuk kelompok kecil untuk mengidentifikasi persoalan nyata di sekitar kampus maupun masyarakat. Kelompok tersebut kemudian ditantang merancang solusi atas persoalan yang ditemukan.

Sementara itu, Ketua STKIP PGRI Bandar Lampung Wayan Satria Jaya mengapresiasi kehadiran Jihan dalam kegiatan penyambutan mahasiswa baru.

Menurut Wayan, motivasi yang disampaikan Wakil Gubernur dapat menjadi dorongan bagi mahasiswa dalam menjalani perkuliahan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Wagub yang di tengah padatnya agenda menyempatkan hadir di kampus kami. Motivasi yang disampaikan tentu menjadi dorongan semangat yang luar biasa bagi para mahasiswa," ujar Wayan.

Wayan mengatakan mahasiswa saat ini menghadapi perkembangan teknologi pembelajaran yang berlangsung cepat. Karena itu, kampus mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi, termasuk AI dan ChatGPT, secara bijak dan bertanggung jawab.

Dia berharap mahasiswa mampu menggunakan teknologi untuk mendukung kualitas akademik sekaligus berkembang sebagai tenaga pendid