Pemprov Lampung Alokasikan 300 Miliar untuk Jalan Lamteng
Pemprov Lampung mengalokasikan lebih dari Rp300 miliar untuk penanganan jalan di Lampung Tengah pada 2026, termasuk Rp4,8 miliar untuk ruas Ponco Warno-Purwosari sepanjang sekitar 3 kilometer.
LAMPUNG TENGAH – Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan lebih dari Rp300 miliar untuk penanganan jalan di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) sepanjang 2026.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan penanganan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas Pemprov Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama dirinya.
“Memang perkara atau permasalahan jalan sejak Pak Gubernur, saya, dan teman-teman sangat sadar betul bahwa jalan adalah prioritas yang harus pertama kita selesaikan, kita urai,” kata Jihan saat menghadiri Pengajian Akbar Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani di Pondok Pesantren Roudlotussholihin, Desa Purwosari, Kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah, Senin (21/9/2026).
Menurut Jihan, penanganan seluruh ruas jalan tidak dapat diselesaikan sekaligus. Pemprov Lampung menetapkan prioritas berdasarkan tingkat kebutuhan, kondisi wilayah, jumlah penduduk, serta panjang ruas jalan yang membutuhkan penanganan.
Sejumlah ruas jalan provinsi di Lampung Tengah masuk dalam program tersebut, di antaranya Padang Ratu, Kalirejo-Pringsewu, Kalirejo-Bekri, Kalirejo-Padang Ratu, Padang Ratu-Pekurun Udik, dan Padang Ratu-Gunung Sugih.
Jihan menargetkan penanganan ruas jalan provinsi di Lampung Tengah dapat terus berlanjut hingga sebagian besar ruas tersebut terselesaikan.
“Insyaallah berkelanjutan tahun depan sampai ruas provinsi ini tuntas 99 persen,” ujarnya.
Selain ruas jalan provinsi, Pemprov Lampung juga menaruh perhatian terhadap akses menuju Pondok Pesantren Roudlotussholihin. Ruas Ponco Warno-Purwosari mendapatkan alokasi sekitar Rp4,8 miliar pada 2026 untuk penanganan sepanjang kurang lebih tiga kilometer.
Jihan meminta pelaksanaan pekerjaan tersebut dikawal bersama agar anggaran yang telah disiapkan menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya minta teman-teman untuk mengawal pelaksanaan pembangunan yang sudah dianggarkan Rp4,8 miliar itu, sekitar 3 kilometer, untuk dilaksanakan sebaik-baiknya,” katanya.
Ia mengatakan, jika penanganan tahun ini berjalan sesuai rencana, masih terdapat sekitar tiga kilometer ruas jalan yang perlu dituntaskan pada tahun berikutnya untuk memperbaiki akses menuju kawasan pesantren.
Jihan juga mengakui masih terdapat pekerjaan rumah pada ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Pemprov Lampung, kata dia, akan mendorong dan membantu pemerintah kabupaten sesuai kewenangan dalam mempercepat penanganan infrastruktur tersebut.
Dalam kesempatan itu, Jihan juga mengapresiasi Pondok Pesantren Roudlotussholihin yang dinilai konsisten menyelenggarakan kegiatan keagamaan melalui semangat kemandirian dan gotong royong.
Ia menilai semangat tersebut dapat menjadi pembelajaran dalam membangun kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Jihan kemudian meminta doa dari para jamaah agar pemerintah dapat menjalankan amanah dan memenuhi harapan masyarakat Lampung.
“Semoga tumpah ruah juga doa kepada kami yang berada di posisi ini untuk bisa menjadi pemimpin yang adil, menjadi pemimpin yang amanah, dan betul-betul bisa mewujudkan harapan masyarakat seluruhnya,” pungkasnya.
REDAKSI











