Gubernur Lampung Dorong KPM PKH Naik Kelas
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong KPM PKH meningkatkan pendidikan dan kemandirian ekonomi. Di Labuhan Ratu, 108 KPM telah graduasi dan mendapat modal usaha Rp2 juta.
LAMPUNG TIMUR — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) meningkatkan pendidikan, akses layanan dasar, dan kemandirian ekonomi agar tidak terus bergantung pada bantuan sosial.
Hal itu disampaikan Mirza saat menghadiri Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bersama KPM PKH di Desa Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Senin (31/8/2026).
Menurut Mirza, P2K2 tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi bantuan sosial, tetapi juga sarana meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga di bidang pendidikan, kesehatan, gizi, pencegahan stunting, serta ekonomi.
“Saya ingin sekali-sekali melihat pertemuan P2K2 karena tujuannya salah satunya untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan, kualitas, dan kesejahteraan keluarga,” kata Mirza.
Ia meminta pendamping PKH memastikan KPM memperoleh akses terhadap berbagai program pemerintah. Pengecekan mencakup kepesertaan BPJS Kesehatan, Kartu Indonesia Pintar (KIP), bantuan sembako, PKH, hingga subsidi listrik.
“Setelah setiap pertemuan P2K2, nomor satu yang dicek itu adalah apakah mereka semua sudah dapat program pemerintah atau belum,” ujarnya.
Dorong Anak KPM Lanjut Kuliah
Mirza juga menekankan pendidikan sebagai salah satu kunci memutus rantai kemiskinan. Orang tua penerima PKH diminta memastikan anak-anak mereka tetap bersekolah dan memanfaatkan program pendidikan yang disediakan pemerintah.
Ia mencontohkan program Sekolah Rakyat yang disebut dapat menjadi salah satu pilihan bagi keluarga penerima manfaat.
Selain itu, sebanyak 1.066 mahasiswa yang merupakan anak KPM PKH di Lampung tercatat menerima bantuan KIP Kuliah.
“Kita manfaatkan mumpung Bapak Presiden ada Sekolah Rakyat yang benar-benar gratis,” kata Mirza.
108 KPM Graduasi
Di sektor ekonomi, Mirza mendorong keluarga yang sudah memiliki kemampuan usaha untuk menjalani graduasi atau keluar dari kepesertaan bantuan sosial secara mandiri.
Di Kecamatan Labuhan Ratu, sebanyak 108 KPM telah melakukan graduasi dan memperoleh dukungan modal usaha sebesar Rp2 juta.
“Siapa yang punya cita-cita kalau tahun ini dapat PKH, nanti ke depan bukan stop, tapi graduasi atau naik kelas menjadi sejahtera,” ujarnya.
Mirza juga mengingatkan keluarga penerima manfaat agar menggunakan bantuan sesuai kebutuhan dan menjauhi judi online.
“Satu hal yang saya ingatkan, tolong ingatkan anak-anak dan suaminya; kalau main judi online, bantuan PKH-nya nanti bisa hilang,” katanya.
Ia menilai pendamping PKH memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Selain memberikan edukasi, pendamping diminta membantu memastikan data penerima manfaat serta akses terhadap berbagai program pemerintah tetap terpantau.
Siapkan Program Pendidikan Desa
Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan penguatan akses pendidikan melalui gagasan Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Desa Satu Hafiz Quran.
Program tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas generasi muda di wilayah perdesaan.
Mirza berharap pendampingan sosial tidak berhenti pada pemberian bantuan. KPM diharapkan secara bertahap mampu meningkatkan kualitas hidup, memperoleh pendidikan yang lebih baik, dan membangun kemandirian ekonomi.
“Pak Presiden ingin bagaimana ke depan setiap keluarga bisa lebih baik dan sejahtera,” ujar Mirza.
REDAKSI











