DPRD Sumsel Belajar ke Bank Lampung

Keberhasilan Bank Lampung dalam menjaga kinerja dan mendukung pendapatan daerah menarik perhatian DPRD Sumatera Selatan. Komisi III DPRD Sumsel melakukan kunjungan kerja untuk mempelajari strategi Bank Lampung dalam memperkuat peran BUMD perbankan sebagai penggerak ekonomi daerah.

DPRD Sumsel Belajar ke Bank Lampung
Foto: Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Kinerja Bank Lampung dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) mendapat perhatian dari daerah lain.

Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Selatan melakukan kunjungan kerja ke Bank Lampung, Selasa (5/5/2026), untuk menggali pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan bank pembangunan daerah yang dinilai berhasil menjaga kinerja bisnis sekaligus mendukung perekonomian daerah.

Kunjungan yang dipimpin langsung pimpinan dan anggota Komisi III DPRD Sumsel tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari optimalisasi PAD, penguatan kinerja BUMD perbankan, hingga peluang sinergi pembiayaan pembangunan lintas wilayah.

Rombongan DPRD Sumsel disambut jajaran manajemen Bank Lampung dalam diskusi yang berlangsung terbuka dan konstruktif. Dalam pertemuan itu, Bank Lampung memaparkan berbagai strategi yang telah dijalankan untuk memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi bagi pembangunan daerah.

Ketua rombongan Komisi III DPRD Sumsel mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mempelajari praktik terbaik pengelolaan BUMD sektor perbankan yang memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan daerah.

“Bank daerah harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus kontributor signifikan terhadap PAD. Oleh karena itu, kami ingin melihat langsung bagaimana strategi yang diterapkan Bank Lampung dalam menjaga kinerja dan meningkatkan kontribusinya bagi daerah,” ujarnya.

Dalam paparannya, manajemen Bank Lampung menjelaskan sejumlah langkah transformasi yang telah dilakukan, mulai dari digitalisasi layanan perbankan, penguatan penyaluran kredit produktif, hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan.

Selain itu, Bank Lampung juga menekankan pentingnya penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), penguatan manajemen risiko, serta pengembangan bisnis yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Diskusi turut menyoroti peluang kerja sama antar daerah dalam mendukung pembiayaan proyek-proyek strategis. Komisi III DPRD Sumsel menilai sinergi antara pemerintah daerah dan bank pembangunan daerah memiliki potensi besar untuk mempercepat pembangunan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembiayaan yang bersumber dari APBD.

“Kami melihat potensi besar jika bank daerah tidak hanya fokus pada wilayahnya sendiri, tetapi juga membuka peluang kerja sama lintas provinsi. Ini bisa menjadi solusi alternatif pembiayaan pembangunan tanpa terlalu bergantung pada APBD,” tambahnya.

Kunjungan tersebut semakin menegaskan posisi Bank Lampung sebagai salah satu bank pembangunan daerah yang menjadi referensi dalam pengelolaan BUMD perbankan. Pengalaman Bank Lampung dalam menjaga kinerja bisnis, memperluas layanan digital, dan meningkatkan kontribusi terhadap daerah dinilai dapat menjadi model yang dapat diadopsi oleh daerah lain.

Di akhir pertemuan, kedua belah pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas guna mendukung pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.