Bandar Lampung Expo Raup Rp3,1 Miliar
Bandar Lampung Expo 2026 ditutup dengan total transaksi sekitar Rp3,1 miliar, naik dari Rp2,4 miliar pada tahun sebelumnya. Sektor UMKM, terutama kuliner, menjadi penyumbang terbesar perputaran ekonomi selama pameran.
BANDAR LAMPUNG – Bandar Lampung Expo 2026 resmi ditutup Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana di Gedung Graha Mandala Alam, Jumat (24/7/2026) malam. Selama sepekan penyelenggaraan, pameran tersebut mencatat nilai transaksi sekitar Rp3,1 miliar, meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp2,4 miliar.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan peningkatan nilai transaksi menunjukkan tingginya aktivitas ekonomi selama pelaksanaan expo yang berlangsung pada 17–24 Juli 2026.
"Transaksi pada penutupan acara malam ini tercatat mencapai sekitar Rp3,1 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar Rp2,4 miliar," kata Erwin.
Menurutnya, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi penyumbang terbesar nilai transaksi selama expo. Dari berbagai sektor usaha yang berpartisipasi, kuliner menjadi kontributor paling dominan.
"Kontributor terbesar masih berasal dari UMKM, terutama pelaku usaha di bidang kuliner," ujarnya.
Bandar Lampung Expo 2026 diikuti puluhan stan dari organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta pelaku UMKM lokal yang menampilkan berbagai produk unggulan, layanan publik, dan hiburan kepada masyarakat.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan rangkaian Hari Ulang Tahun ke-342 Kota Bandar Lampung, termasuk Bandar Lampung Expo 2026.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian HUT Kota Bandar Lampung ke-342 berjalan lancar. Ini adalah pesta rakyat. Terima kasih kepada seluruh jajaran Forkopimda, Bapak Gubernur, panitia, serta rekan-rekan wartawan yang terus mengawal kegiatan ini dari awal hingga akhir," ujar Eva.
Eva berharap pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan seiring meningkatnya kunjungan masyarakat dari berbagai daerah ke Kota Bandar Lampung.
Menurutnya, pertumbuhan UMKM akan berdampak positif terhadap perekonomian daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah terus meningkatkan kinerja dan pelayanan publik guna mendukung pembangunan Kota Bandar Lampung.











