58 Tahun Raja Besi Tua, Silaturahmi Jadi Warisan
Perayaan ulang tahun ke-58 pengusaha besi tua Lampung H. Nuryadin berlangsung hangat. Momen syukur itu menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus refleksi perjalanan bisnis dan kepedulian sosialnya.
BANDAR LAMPUNG – Perayaan ulang tahun ke-58 pengusaha besi tua asal Lampung, H. Nuryadin, S.H., berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan di Bandar Lampung, Selasa (14/7/2026).
Lebih dari sekadar perayaan bertambahnya usia, momen tersebut menjadi ruang mempererat silaturahmi yang telah lama terjalin bersama tokoh masyarakat, sahabat, kolega, hingga mitra usaha.
Sosok yang dikenal luas dengan julukan "Raja Besi Tua" itu menerima ucapan selamat dari berbagai kalangan. Di antara para tamu yang hadir tampak tokoh masyarakat Lampung, Irjen. Pol. (Purn.) Dr. H. Ike Edwin, S.I.K., S.H., M.H., M.M., bersama sejumlah sahabat dan mitra yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidup maupun karier bisnisnya.
Julukan "Raja Besi Tua" bukan datang tanpa alasan. Nuryadin dikenal sebagai salah satu pelaku usaha besi tua yang berhasil membangun bisnisnya dari titik awal hingga berkembang menjadi salah satu pengusaha terkemuka di sektor perdagangan dan pengelolaan besi tua di Provinsi Lampung.
Ketekunan, konsistensi, serta keberaniannya menghadapi dinamika dunia usaha menjadi fondasi yang mengantarkannya meraih kepercayaan masyarakat. Namun, bagi Nuryadin, keberhasilan tidak berhenti pada capaian bisnis semata.
Di luar aktivitas usaha, ia juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Kepeduliannya terhadap masyarakat dan kemampuannya menjaga hubungan baik dengan berbagai elemen menjadi alasan mengapa dirinya dihormati sebagai salah satu figur yang memiliki pengaruh positif di Lampung.
Dalam sambutannya, Nuryadin mengungkapkan rasa syukur karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk terus berkarya di usia ke-58 tahun.
"Alhamdulillah, hari ini saya genap berusia 58 tahun. Ini adalah nikmat yang luar biasa dari Allah SWT. Saya bersyukur masih diberikan kesehatan, umur yang berkah, serta kesempatan untuk terus berkarya dan berkumpul bersama keluarga, sahabat, dan rekan-rekan semua," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu yang meluangkan waktu untuk hadir. Menurutnya, kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa persahabatan dan silaturahmi yang dibangun selama bertahun-tahun tetap terjaga dengan baik.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir. Kehadiran bapak dan ibu menjadi kebahagiaan sekaligus kehormatan bagi saya dan keluarga. Semoga silaturahmi yang telah kita bangun selama ini terus terjaga dan semakin erat," katanya.
Bagi Nuryadin, setiap pencapaian yang diraih merupakan hasil dari doa, dukungan keluarga, kepercayaan para mitra, serta persahabatan yang terus menguat dari waktu ke waktu.
"Bagi saya, keberhasilan bukan semata-mata tentang membangun usaha, tetapi bagaimana menjaga kepercayaan, memperkuat persahabatan, dan memberikan manfaat bagi sesama. Selama Allah SWT masih memberikan kesehatan dan kesempatan, saya akan terus berupaya berkontribusi bagi masyarakat, membuka lapangan usaha, dan membantu sesama semampu yang saya bisa," ungkapnya.
Menutup sambutannya, Nuryadin memohon doa agar senantiasa diberikan kesehatan, umur yang penuh keberkahan, serta kemudahan dalam menjalankan usaha dan aktivitas sosial.
Sementara itu, Ike Edwin menilai Nuryadin sebagai pribadi pekerja keras yang mampu menjaga integritas dan hubungan baik dengan berbagai kalangan.
"Selamat ulang tahun ke-58 untuk sahabat saya H. Nuryadin. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, umur yang berkah, kelancaran rezeki, serta menjadikannya pribadi yang terus membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan daerah. Persahabatan dan silaturahmi seperti inilah yang harus terus dijaga," ujar Ike Edwin.
Perayaan berlangsung sederhana namun sarat makna. Di tengah suasana akrab yang terbangun, momen tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang seorang pengusaha tidak hanya diukur dari keberhasilan membangun bisnis, tetapi juga dari kemampuan menjaga kepercayaan, merawat persahabatan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. (*)
REDAKSI










