Syaifudin Ajak Warga Lampung Tengah Jaga Persatuan

Anggota DPRD Lampung Tengah Syaifudin mengajak masyarakat mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjaga toleransi, dan tidak menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai pemicu perpecahan.

Syaifudin Ajak Warga Lampung Tengah Jaga Persatuan
Foto: Deni Fernando/monologis.id

LAMPUNG TENGAH — Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah dari Fraksi Partai Golkar, Syaifudin, mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kerukunan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikan saat menggelar sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP dan WK) di RT 48, Lingkungan IX Banyu Urip, Kelurahan Yukumjaya, Kecamatan Terbanggibesar, Senin (12/10/2026).

Dalam kegiatan itu, Syaifudin menegaskan bahwa Pancasila tidak cukup sekadar dihafalkan, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat.

“Pancasila jangan hanya kita hafalkan atau kita ucapkan, tetapi harus benar-benar kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari lingkungan keluarga, tetangga, hingga kehidupan bermasyarakat. Kalau nilai-nilai Pancasila kita jalankan dengan baik, insyaallah persatuan dan kerukunan akan tetap terjaga,” ujar Syaifudin.

Ia mengatakan, pengamalan Pancasila dapat dimulai dari hal sederhana, seperti saling menghormati, membantu sesama, menjaga toleransi, dan mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.

Menurutnya, keberagaman merupakan bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga. Perbedaan pandangan maupun kepentingan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memicu konflik di tengah masyarakat.

Syaifudin juga mengingatkan warga agar tidak menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai penyebab rusaknya hubungan persaudaraan.

“Jangan sampai karena perbedaan pilihan politik, pendapat, atau kepentingan, kita justru saling bermusuhan. Kita semua hidup berdampingan, bertetangga, dan saling membutuhkan. Karena itu, semangat gotong royong, toleransi, dan musyawarah harus terus kita jaga,” katanya.

Selain pengamalan Pancasila, ia menekankan pentingnya wawasan kebangsaan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta tanggung jawab menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia berharap pemahaman tersebut dapat membentengi masyarakat dari berbagai pengaruh yang berpotensi memecah belah persatuan. Menurutnya, penanaman nilai kebangsaan perlu dimulai dari lingkungan keluarga dan diperkuat dalam kehidupan bermasyarakat.

Syaifudin juga berharap sosialisasi PIP dan WK tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi memberikan pemahaman yang dapat diterapkan warga dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan saya, melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami pentingnya Pancasila dan wawasan kebangsaan. Bukan hanya saat mengikuti sosialisasi, tetapi juga dalam tindakan nyata sehari-hari. Persatuan harus kita rawat bersama, dimulai dari lingkungan kita sendiri,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, ia berharap nilai persatuan, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air semakin kuat di tengah masyarakat Lampung Tengah.