58 Calon Kepalo Tiyuh Tubaba Deklarasi Damai

Sebanyak 58 calon Kepalo Tiyuh dari 26 tiyuh di Tulang Bawang Barat menandatangani pakta integritas dan deklarasi damai menjelang Pilkati Serentak 2026.

58 Calon Kepalo Tiyuh Tubaba Deklarasi Damai
Foto: Rosid/monologis.id

TULANGBAWANG BARAT — Sebanyak 58 calon Kepalo Tiyuh dari 26 tiyuh di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, menandatangani pakta integritas dan deklarasi damai menjelang Pemilihan Kepalo Tiyuh (Pilkati) Serentak 2026.

Deklarasi digelar di Lantai 3 Kantor Bupati Tubaba, Senin (5/10/2026), sebagai komitmen bersama untuk menjaga pelaksanaan pesta demokrasi tingkat tiyuh tetap aman, tertib, jujur, adil, dan kondusif.

Bupati Tubaba Novriwan Jaya mengatakan Pilkati merupakan salah satu proses demokrasi penting karena menentukan arah kepemimpinan dan pembangunan tiyuh selama lima tahun ke depan.

Menurutnya, perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar. Namun, persaingan antarcalon tidak boleh berkembang menjadi konflik yang merusak hubungan sosial masyarakat.

"Kompetisi dan perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar. Namun jangan sampai merusak silaturahmi dan keharmonisan warga," kata Novriwan.

Ia meminta seluruh calon mengedepankan falsafah Nenemo yang terdiri atas Nemen, Nedes, dan Nerimo. Nilai tersebut, menurutnya, penting diterapkan selama proses pemilihan hingga setelah hasil Pilkati ditetapkan.

Nemen dimaknai sebagai kerja keras dan kesungguhan dalam membangun tiyuh. Nedes berarti tahan menghadapi dinamika dan tidak mudah terprovokasi, sedangkan Nerimo mengandung makna ikhlas dan legawa menerima hasil pemilihan.

Novriwan juga menekankan empat komitmen yang harus dijalankan seluruh calon. Pertama, mematuhi seluruh regulasi dan tahapan Pilkati.

Kedua, menolak politik uang, ujaran kebencian, isu SARA, dan penyebaran hoaks. Ketiga, menyampaikan visi dan misi dengan cara yang santun serta edukatif. Keempat, menjaga kondusivitas dan tetap merangkul masyarakat, baik bagi calon yang terpilih maupun yang belum terpilih.

Bupati juga meminta panitia pemilihan di seluruh tingkatan, Badan Permusyawaratan Tiyuh (BPT), serta aparatur tiyuh menjaga netralitas selama tahapan Pilkati berlangsung.

"Yang terpilih maupun yang belum terpilih harus bersama-sama menjaga dan merangkul warga," ujarnya.

Pada Pilkati Serentak 2026, sebanyak 26 tiyuh akan menggelar pemilihan. Dari jumlah tersebut, 23 tiyuh memiliki lebih dari satu calon, sedangkan tiga tiyuh lainnya hanya memiliki calon tunggal.

Sejumlah tiyuh memiliki jumlah pemilih cukup besar. Tiyuh Pulung Kencana tercatat memiliki 7.384 pemilih, sedangkan Tiyuh Daya Sakti memiliki 3.712 pemilih.

Adapun lima tiyuh yang memiliki calon tunggal yakni Tiyuh Bandar Dewa dengan calon Anwar, Tiyuh Makarti dengan calon Edi Ismanto, Tiyuh Sumber Rejo dengan calon Rifai, Tiyuh Marga Sari dengan calon Hariyanto, serta Tiyuh Toto Wonodadi dengan calon Ali Husin.

Deklarasi tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tubaba, jajaran pemerintah daerah, camat, kepala organisasi perangkat daerah, serta unsur TNI dan Polri.

Pemkab Tubaba berharap pelaksanaan Pilkati Serentak 2026 berlangsung aman dan bermartabat serta menghasilkan pemimpin tiyuh yang berintegritas dan mampu mengakomodasi aspirasi masyarakat.