Pria di Mesuji Ditusuk Besan hingga Tewas, Polisi Buru Pelaku
Seorang pria bernama Lison tewas ditusuk di Pemukiman Paguyuban Register 45, Mesuji Timur, Mesuji, Lampung. Polisi menduga pelaku berinisial KM, yang merupakan besan korban. Pelaku hingga kini masih dalam pengejaran Satreskrim Polres Mesuji.
MESUJI — Seorang pria bernama Lison, warga Pemukiman Paguyuban Register 45, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung, tewas setelah mengalami luka tusuk pada Sabtu (15/8/2026) malam.
Polisi menduga Lison menjadi korban penganiayaan yang dilakukan KM, yang merupakan sesama warga sekaligus besan korban. Hingga Minggu (16/8/2026), pelaku masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Kapolres Mesuji AKBP Dr. Muhammad Firdaus membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, penusukan terjadi sekitar pukul 21.30 WIB.
"Memang benar semalam sekitar pukul 21.30 WIB telah terjadi penusukan di pemukiman Register 45. Korban meninggal dunia dengan luka tusuk di bagian dada sebelah kiri," kata Firdaus kepada wartawan, Minggu (16/8/2026).
Korban diduga meninggal dunia akibat kehilangan banyak darah saat dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan.
Setelah menerima laporan, Satreskrim Polres Mesuji melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Berawal dari Perselisihan
Berdasarkan keterangan sementara kepolisian, peristiwa tersebut diduga dipicu emosi pelaku terhadap korban yang datang mencari Marila, adik KM.
Kejadian bermula sekitar pukul 20.30 WIB ketika Supri, adik korban, pulang bekerja dan dimarahi ibunya, Marila, karena pulang larut malam.
Supri kemudian berusaha menjelaskan bahwa dirinya terlambat pulang karena menunggu gajian dan diajak makan oleh atasannya. Namun, Marila disebut tidak percaya.
Supri kemudian mengatakan akan memanggil Lison untuk menjelaskan persoalan tersebut. Ia lalu mendatangi korban dan mengajaknya ke rumah Marila.
Korban dan Supri kemudian menuju rumah Marila menggunakan sepeda motor masing-masing. Karena sepeda motor Supri mengalami kendala, Lison tiba lebih dahulu.
Di rumah tersebut, korban bertemu dengan KM yang berada di depan rumah. Lison kemudian memanggil Marila dari luar rumah.
Marila menjawab bahwa dirinya sedang menyusui anak. Pada saat bersamaan, KM disebut bertanya kepada korban mengenai maksud kedatangannya mencari Marila.
Korban menjelaskan bahwa dirinya hendak memberikan penjelasan kepada Marila terkait persoalan yang terjadi.
Tidak lama kemudian, Marila mendengar teriakan korban meminta pertolongan karena ditusuk KM.
Marila kemudian keluar rumah dan melihat korban memegangi bagian dada kirinya yang berlumuran darah. Saat hendak memberikan pertolongan, KM disebut mengancam Marila agar tidak membantu korban.
Beberapa saat kemudian Supri tiba di lokasi. Saat lampu kendaraan Supri menyorot ke arah lokasi, KM langsung melarikan diri.
Supri kemudian membawa korban untuk mendapatkan pertolongan. Namun, kondisi korban terus memburuk dalam perjalanan.
Korban bahkan sempat mengatakan kepada Supri bahwa dirinya sudah tidak kuat sebelum akhirnya terjatuh dari sepeda motor.
Supri kemudian meminta bantuan kepada keluarga korban. Namun, ketika kembali ke lokasi, Lison telah meninggal dunia.
Polisi Buru Pelaku
Hingga Minggu (16/8/2026), polisi masih melakukan pengejaran terhadap KM.
Kapolres Mesuji mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar segera melapor kepada pihak kepolisian.
"Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui keberadaan pelaku. Proses hukum akan kami tegakkan," tegas Firdaus.
Polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk motif dan rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia.
AHMAD FAUZI











