Pemkot Bandar Lampung Siapkan 50 Sumur Bor Hadapi Kemarau
Pemkot Bandar Lampung menyiapkan pembangunan hingga 50 sumur bor untuk mengantisipasi kekeringan berulang. Lima kecamatan terdampak menjadi prioritas pembangunan infrastruktur air bersih.
BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiapkan pembangunan hingga 50 sumur bor sebagai solusi jangka panjang menghadapi kekeringan yang berulang setiap musim kemarau.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan pembangunan sumur bor akan diprioritaskan di lima kecamatan yang terdampak kekeringan.
“Kita akan buat sumur bor untuk mengatasi kekeringan di lima kecamatan yang terdampak,” kata Eva, Senin (31/8/2026).
Saat ini, Pemkot Bandar Lampung masih melakukan pemetaan dan kajian bersama organisasi perangkat daerah terkait untuk menentukan lokasi pembangunan sumur bor.
Eva mengatakan setiap wilayah terdampak direncanakan memiliki dua hingga tiga titik sumur bor. Kawasan permukiman padat penduduk menjadi salah satu prioritas karena kebutuhan air bersih masyarakat dinilai tinggi.
“Penentuan lokasi teknis akan dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah bersama Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung,” ujarnya.
Selain menangani kekeringan yang terjadi saat ini, Pemkot Bandar Lampung menyiapkan rencana pembangunan hingga 50 sumur bor pada tahun mendatang.
Pembangunan tersebut ditujukan untuk memperkuat infrastruktur pasokan air bersih sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap distribusi air saat musim kemarau.
“Kita harap pembangunan sumur bor dapat menjadi solusi jangka panjang apabila kondisi kekeringan kembali terjadi pada musim kemarau berikutnya,” kata Eva.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung mengingatkan masyarakat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Kepala BPBD Kota Bandar Lampung Idham Basyar Syahputra mengatakan cuaca panas, kelembapan rendah, dan angin kencang dapat membuat api lebih cepat menyebar, terutama di kawasan yang dipenuhi semak belukar dan material kering.
“Kalau memang ada aktivitas yang menggunakan api, pastikan api sudah benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi,” ujar Idham.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran agar dapat ditangani secepat mungkin.
Pemkot Bandar Lampung berharap pembangunan infrastruktur air bersih serta peningkatan kewaspadaan terhadap karhutla dapat mengurangi dampak musim kemarau terhadap masyarakat.











