Lampung Siapkan 7.855 Siswa Kerja ke Jepang

Pemprov Lampung mempercepat realisasi Kelas Migran Vokasi dengan target ribuan siswa siap kerja ke Jepang, seiring ratusan lowongan yang sudah tersedia.

Lampung Siapkan 7.855 Siswa Kerja ke Jepang
Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat eksekusi Program Kelas Migran Vokasi guna menjawab peluang kerja luar negeri yang terus terbuka, khususnya di Jepang.

Langkah percepatan ini ditegaskan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dalam rapat koordinasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung, Bank Lampung, serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Jepang di Kantor Gubernur Lampung, Selasa (31/3/2026).

Program tersebut ditargetkan menjaring 7.855 siswa SMA/SMK dengan dukungan 93 tenaga pengajar (sensei), sebagai bagian dari strategi mencetak tenaga kerja siap ekspor yang kompetitif di pasar global.

Data BP3MI Lampung menunjukkan saat ini tersedia 475 lowongan kerja di Jepang, didominasi sektor Food and Beverage (F&B) dan hospitality sebanyak 229 posisi. Selain itu, terdapat peluang di sektor kesehatan dan caregiving (80 lowongan), agrikultur dan perikanan (72), logistik dan service (58), serta manufaktur dan konstruksi (39).

Menariknya, tren rekrutmen kini berbasis keahlian (skill-based), sehingga tidak lagi membatasi faktor gender dalam sebagian besar posisi kerja.

Pemprov Lampung juga memperkuat kolaborasi dengan LPK untuk memastikan proses pelatihan hingga penempatan berjalan optimal. Skema pelatihan dibagi dalam dua jalur, yakni magang dan penempatan kerja langsung.

Peserta program tidak hanya dibekali kemampuan bahasa, tetapi juga keterampilan teknis sesuai kebutuhan industri. Selain itu, dilakukan proses penyaringan minat dan potensi untuk memastikan kecocokan kompetensi.

Jihan menegaskan, program ini tidak boleh tertunda dan harus menghasilkan pemberangkatan peserta pada tahun ini.

“Program ini harus dieksekusi tahun ini dan harus ada pemberangkatan. Semua pihak harus mengawal secara intensif dari pelatihan hingga penempatan,” tegasnya.

Ia juga meminta setiap kendala segera diselesaikan sejak awal agar tidak menghambat proses keberangkatan.

Melalui percepatan ini, Pemprov Lampung menargetkan peningkatan serapan tenaga kerja ke luar negeri sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda daerah.