Warga Lampung Barat Klaim Rumah Rusak Diduga Akibat Truk Proyek Panas Bumi, Minta Pemkab Bentuk Tim Investigasi
Seorang warga Lampung Barat mengaku rumahnya rusak diduga akibat aktivitas truk logistik proyek panas bumi PT Star Energy Geothermal Suoh Sekincau. Korban meminta Pemkab membentuk tim investigasi untuk mengusut penyebab kerusakan.
LAMPUNG BARAT – Seorang warga Pekon Sri Menanti, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, Alpian Ansori, mengaku rumah miliknya mengalami kerusakan berat yang diduga akibat aktivitas kendaraan logistik proyek panas bumi milik PT Star Energy Geothermal Suoh Sekincau (SEGSS).
Alpian mengatakan rumah yang baru dibangunnya dari hasil tabungan bertahun-tahun kini mengalami keretakan pada bagian fondasi dan dinding setelah truk-truk bermuatan berat melintasi jalan di depan rumahnya.
Menurut Alpian, bangunan rumah yang berjarak sekitar 1,5 meter dari badan jalan mengalami kerusakan struktural berupa retakan pada fondasi beton dan dinding bangunan.
"Rumah ini kami bangun dengan hasil kerja keras keluarga. Sebelum truk-truk proyek melintas tidak ada kerusakan, tetapi sekarang kondisinya mengalami retakan dan kami khawatir membahayakan," kata Alpian dalam keterangan yang diterima.
Selain mengeluhkan kerusakan rumah, Alpian juga mengaku sempat diarahkan untuk menerima bantuan material bangunan dari pihak perusahaan. Ia menyebut bantuan tersebut berupa semen, besi, pasir, dan batu belah.
Di sisi lain, Alpian mengaku meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menurunkan tim independen dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan pemeriksaan teknis terhadap kondisi rumahnya guna memastikan penyebab kerusakan secara objektif.
Ia juga berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut serta memberikan perlindungan terhadap hak-hak warga yang terdampak aktivitas proyek.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Pekon Sri Menanti maupun PT Star Energy Geothermal Suoh Sekincau (SEGSS) terkait tudingan tersebut. Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak-pihak terkait dan akan memuat tanggapan mereka sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.
REDAKSI











